Morotai, Maluku Utara- Aparat Desa Tanjung Saleh, Kecamatan Morotai Utara, pada Kamis (07/11/2022), pekan lalu menyita BBM jenis Pertalite yang kedapatan dijual oleh sejumlah depot (kios) warga.
Itu disampaikan oleh salah satu aparat desa yang tidak menyebutkan namanya yang juga dibenarkan oleh Kades setempat.
Keterangan aparat desa itu juga diakui Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Pulau Morotai, Nasrun Mahasari.
Kades dan aparatnya itu mengatakan bahwa sesuai pengakuan pemilik depot bahwa BBM jenis Pertalite itu dijual oleh APMS Bere-Bere kepada mereka.
BBM jenis Pertalite yang dibeli pihak depot dari APMS itu dengan harga Rp 11.000 per liter sehingga dijual ke masyarakat dengan harga Rp 15.000 per liter.
Terkit keterangan aparat Desa Tanjung Saleh itu, Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Pulau Morotai, Nasrun Mahasari, ketika dikonfirmasi Haliyora via whatsAap, Senin (7/11/2022), menegaskan bahwa pihaknya akan mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut dan jika benar maka akan melapokan APMS Bere-bere ke pihak pertamina untuk diberikan sanksi tegas. “Pasti kami tindak,” tandasnya.
Nasrun juga menghimbau kepada masyarakat agar mendukung kebijakan pemerintah dengan tidak lagi menjual BBM jenis pertalite dan solar. “Karena pertalite dan solar itu bagian dari subsidi,” imbuhnya.
Sementara, saat dikonfirmasi terpisah, Zulkifli Abbas, salah seorang pegawai APMS Bere-Bebe, Kecamatan Morotai Utara, mengakui APMS telah menjual BBM jenis pertalite ke pengecer beberapa waktu lalu.
Menurut Zulkifli, sebenarnya penjualan BBM jenis Pertalite itu bukan kepada mereka (pengecer) tapi kepada nelayan.
“Karena pada saat mereka (pengecer,red) datang ke APMS untuk beli BBM bawa kartu nelayan, artinya mengatasnamakan nelayan, saya juga tidak tau apakah dorang itu pengecer ataukah nelayan atau dorang mau jual atau seperti apa, yang jelas saya tidak tau,” terang Zul ketika dikonfirmasi Haliyora via telpon, Rabu (9/11/2022). (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!