Pemda Haltim Diminta Tetapkan Maba Selatan sebagai Daerah Rawan Teroris

Maba, Maluku Utara- Ribuan Warga yang berasal dari sembilan desa se-Kecamatan Maba Selatan yang tergabung dalam sejumlah OKP pada Senin (31/10/2022), melakukan aksi protes di depan kantor Bupati Halmahera Timur (Haltim).

Aksi Ribuan warga sembilan desa itu terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Gotowasi Maba Selatan, 29 Oktober 2022.

Aksi warga itu dihadiri Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Wakil Bupati Anjas Taher, Ketua DPRD Jhon Ngoraitji dan Kapolres Haltim AKBP. Eddi Sugiharto,

Mereka mendesak Pemerintah Daerah Haltim agar secepatnya menetapkan wilayah Kecamatan Maba Selatan sebagai daerah rawan teroris, lantaran kejadian serupa sudah berulang kali terjadi, bahkan korbannya ditemukan dalam kondisi tubuh tercincang.

Ismit Abas Hatari selaku koordinator lapangan pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa saat ini warga hanya menerima janji, baik dari kepolisian dan pemerintah daerah, sementara warga tidak lagi merasa aman dan nyaman.

“Masyarakat Desa Maba Selatan tidak lagi merasa nyaman setelah berulang-ulang terjadi peristiwa pembunuhan sadis. Ini adalah bentuk teror yang selalu bergilir terjadi di wilayah Maba Selatan,” katanya.

Sementara, Sangaji Maba, Ibrahim Haruna menyebut peristiwa pembunuhan sadis di Gotowasi itu sangat menyayat hati.

Ia menyebut peristiwa pembunuhan tersebut sebagai bentuk ketidakcintaan terhadap adat dan leluhur di jazira Fagogoru.

BACA JUGA  Anggota DPRD Morotai Reses, Jadwal Pembahasan APBD 2024 'Molor'

“Peristiwa pembunuhan sadis ini menandakan bahwa kecintaan terhadap adat dan leluhur di jazira Fagogoru saat ini kacau balau akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, karena peristiwa seperti ini sudah berulang-ulang. Untuk itu kami harap kepada bupati dan Kapolres Haltim agar cepat bertindak,” pintanya.

Ibrahim mengatakan, wilayah Halmahera Timur adalah daerah yang damai dan menjungjung tinggi nilai kearifan lokal serta tenggang rasa yang tinggi karena di dalamnya ada pemangku adat.

“Untuk itu sekali lagi saya meminta kepada jajaran kepolisian Polres Haltim agar tidak membuat persoalan ini larut dan lambat diatasi,” imbuhnya.

Kepada Bupati Halmahera Timur, Ibrahim meminta agar mendengar dan menanggapi apa yang disampaikan masyarakat lewat aksi tersebut.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa juga menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni;

  1. Mendesak kepada Bupati dan Kapolres Haltim segera menetapkan Maba Selatan sebagai wilayah terorisme (OTK) agar selalu diperhatikan oleh aparat kepolisian TNI-Polri.
  2. Kantor Polres Haltim harus dipindahkan ke Kota Maba dan Polsek Maba Selatan di pindahkan ke Maba Selatan.
  3. Pemda dan Polres Haltim segera melaporkan kepada panglima tertinggi RI, Mabes Polriri dan Kapolda Maluku Utara bahwa pembunuhan yang terjadi di wilayah Maba Selatan sebagai aksi teroris.
  4. Mendesak kepada Bupati Halmahera Timur agar perintahkan pihak TNI dan Kepolisian melakukan operasi militer di wilayah Maba Selatan.
  5. Mendesak Pemda Haltim untuk memberikan jaminan ekonomi kepada masyarakat Maba Selatan.
  6. Segera mengaktifkan pos TNI yang sudah ada di belakang Waci Peteley.
  7. Warga Maba Selatan dan sembilan Kepala Desa melakukan rapat bersama dan sepakati pembuatan pos baru di wilayah Maba Selatan. Karena Pos pertama di belakang Desa Sowoli dan pos kedua di belakang Desa Gotowasi dianggap rawan karena dijadikan tempat persembunyian para OTK.
BACA JUGA  Maju di Pilkada 2024, Pj Gubernur Maluku Utara Siapkan 5 Caretaker 

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub berjanji pihaknya menjamin keamanan kepada masyarakat Maba Selatan khususnya dan masyarakat Halmahera Timur secara umum.

“Intinya, Pemda dan TNI-Polres Haltim sangat sepakat dan akan menindaklanjuti tujuh tuntutan warga yang disampaikan dalam aksi ini,” ujar Ubaid.

Sebagi keseriusan menanggapi tuntutan warga, bupati mengatakan akan segera membentuk tim penanganan tindak kriminal. “Hari ini juga Pemda bersama TNI-POLRI akan bentuk tim penanganan tindakan criminal,” tambah bupati.

Sementara itu, Kapolres Haltim Eddy Sugiharto mengatakan, akan ada penambahan Personil dari Kapolda untuk bertugas di Halmahera Timur. “Kami juga akan menambah personil di Polsek Maba Selatan untuk melakukan patroli di wilayahnya,” ujar Eddy. (RH-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah