DLH Tikep Kewalahan Atasi Sampah di Sofifi

Tidore, Maluku Utara- Bagi pengguna jalan baik pengendara kendaraan roda dua maupun empat yang melewati bilangan jalan kilometer 40 persis 20 meter dari kompleks Kompi Senapan E, Sofifi, anda kudu ekstra hati-hati. Sebab di lokasi jalan ini tampak tumpukan sampah yang menggunung dan berserakan hingga menutupi seluruh badan jalan.

Tumpukan sampah ini kian hari bertambah banyak bukan hanya menutup satu ruas jalan (sebelah kiri red) saja namun hampir memakan badan jalan di ruas sebelah kanan.

Kondisi yang memprihatinkan ini belum lagi ditambah bau busuk yang menyengat sehingga para pengendara terpaksa mengalihkan kendaraannya di jalur kanan untuk menghindari bau tak sedap itu.

“Kalau arah selatan ke utara harusnya lewat jalur kiri jalan, karena sampah menutupi badan jalan, terpaksa harus ke kanan jalan yang dari arah utara ke selatan. Selain itu bau busuk sampah juga sangat menyengat,” keluh salah seorang warga kepada Haliyora, Selasa (25/10/2022).

Agar masalah sampah ini secepatnya terurus dan tidak mengganggu kenyamanan para pengguna jalan, warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah. ” Sudah sebulan lebih ini kondisinya seperti itu seperti tidak ada yang mengurus, padahal sebelumnya tidak begitu. Kalau tempat sampahnya sudah penuh langsunf diangkut petugas,” tambah salah seorang warga.

BACA JUGA  Sub Agen Akui tak Salurkan Mitan ke Saminyamau di Morotai 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Muhammad Sjarif, mengakui penanganan sampah di kawasan Sofifi memang tugasnya DLH Kota Tikep. Untuk menangani masalah sampah, ada UPTD DLH di Kecamatan Oba Utara yang ditugaskan untuk menangani masalah ini. Akan tetapi kurangnya petugas maupun alat pengangkut sampah sehingga menjadi kendala pemerintah.

“Armada pengangkut sampah di Sofifi itu cuma satu dan hanya memiliki lima orang petugas, jadi tidak mampu membendung volume sampah yang setiap hari ada. Kalau armada pengangkut sampah banyak, saya pastikan tidak terjadi penumpukan,” kata muhammad Sjarif kepada Haliyora, Selasa (25/10/2022).

Selain itu, jarak lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Tabadamai, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, juga menjadi kendala petugas pengangkut sampah karena terbilang cukup jauh.

“Kalau dulunya itu tidak seperti itu, karena lokasi pembuangan sampah berada di satu titik yakni di TPS Guraping sehingga terkendali, tetapi sekarang pembuangannya di TPS Tabadamai Halbar, itu TPS regional,” ungkapnya.

BACA JUGA  Program MBG di Halsel Belum Menyasar Madrasah

Mengenai masalah ini, Muhammad Sjarif mengaku sudah melaporkan ke Wali Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar penanganan sampah bisa diatasi bersama-sama.

“Masalah sampah ini jangan lihat soal kewenangan tetapi dilihat penanganan bersama. Saya sudah koordinasi ke pemerintah provinsi untuk bantuan armada, namun masalah lainnya yaitu terkendala dengan biaya operasional, tapi saya sudah koordinasikan ke Pertamina soal BBMnya kita ambil dulu nanti akhir triwulan baru dibayar,” jelas Sjarif.

Muhammad Sjarif menambahkan, untuk menangani masalah sampah di Sofifi ini, pihaknya telah mengusulkan agar di tahun 2023 nanti ada penambahan dua (2) unit armada dan empat (4) unit kontainer pengangkut sampah.

Di sisi lain, agar tidak lagi terjadi penumpukan sampah di kawasan Sofifi terutama di lokasi dekat Kompi Senapan E, dirinya berharap agar warga masyarakat turut berpartisipasi dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami juga memohon partisipasi masyarakat. Sekuat apapun dan skema hebat apapun yang dilakukan pemerintah, tetapi masyarakat juga harus turut membantu mengurai sampah,” tandasnya. (YH-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah