Ternate, Maluku Utara- Kondisi pertumbuhan ekonomi Maluku Utara memberikan sinyal positif terhadap prospek ekonomi di tahun 2022. Kondisi ini juga meningkatkan keyakinan pelaku pasar atas pemulihan ekonomi Indonesia.
Kepala Kanwil DJPb Maluku Utara, Adnan Wimbyarto, mengatakan berbagai indikator ekonomi di wilayah Maluku Utara mengalami perkembangan yang sangat baik seperti pertumbuhan ekonomi di Triwulan II 2022 yang mampu tumbuh sebesar 27.74 persen (yoy) jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar $5,44 persen. Kontribusi tertinggi disumbang oleh sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan serta penggalian.
Sementara dari sisi produksi, industri pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 114,45 persen (yoy), dan sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 112.19 persen (yoy).
“Tingkat inflasi Maluku Utara pada bulan Agustus 2022 sebesar 3.86 persen (yoy) di bawah inflasi nasional sebesar 4.69 persen (yoy). Inflasi pada bulan Agustus terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga, kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya,” kata Adnan, Kamis (29/09/2022).
Meski begitu, untuk Neraca Perdagangan Regional Maluku Utara per Agustus 2022 tercatat positif pada ekspor (nilai ekspor lebih besar dan pada impor). Pada komponen Ekspor pada bulan Agustus 2022 tercatat sebesae USD 611,73 juta, naik 10,384 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Total ekspor Januari-Agustus 2022 tercatat USD 5.492.94 juta. Adapun Komoditas yang paling banyak diekspor berdasarkan devisa hasil ekspor sampai dengan Agustus 2022 adalah Ferro Nickel (USD 4.875.96 juta), dan perusahaan penyumbang hasil ekspor terbesar adalah PT. Yashi Indonesia Investment (USD 752,75 juta),” sebutnya.
Sementara itu, pada komponen impor, lanjut Adnan tercatat sebesar USD 275,57 juta, naik sebesar 14,864 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Total impor selama Januari-Agustus 2022 sebesar USD 1.553,71 juta. Komoditas yang paling banyak diimpor sampai dengan Agustus 2022 adalah Batubara/Semi Coke (US$ 183.84 juta), dan perusahaan penyumbang devisa hasil impor terbesar sampai dengan Agustus 2022 adalah PT. Huafei Nickel Cobalt (USD 297.95 juta).
“Tumbuhnya perekonomian di Maluku Utara ini salah satunya merupakan dampak dari adanya peningkatan aktivitas ekonomi. Capaian-capaian yang diraih provinsi Maluku Utara tersebut tentu tidak terlepas dari instrumen APBN dan APBD dalam mengintervensi program serta kegiatan ekonomi masyarakat sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (Arul-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!