Halsel, Maluku Utara- Untuk menangani sejumlah paket proyek yang dikerjakan melalui sistem multiyears, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tak tanggung-tanggung berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp 270.292.561 miliar.
Alokasi anggaran ratusan miliar yang direncanakan itu untuk mendanai 13 paket proyek pengembangan kawasan strategis perkotaan Labuha Halmahera Selatan yang akan dibangun pada tahun 2023-2024 mendatang.
Ke 13 paket proyek ini antara lain, pekerjaan penambahan ruas dua jalan Papaloang-Tembal, pelebaran jembatan darat Ake Mandaong, pelebaran jembatan darat Ake Coro di Desa Tembal, pembangunan dermaga apung speedboat pelabuhan rakyat Tuwokona, pembangunan dermaga angkutan barang pelabuhan rakyat Tuwokona, pembangunan ruang tunggu (Terminal) pelabuhan rakyat Tuwokona, pembangunan jalan lingkungan dan areal parkir pelabuhan rakyat Tuwokona, lalu pembangunan trotoar penataan kawasan zero point lapak UMKM milenial dan pembangunan tugu perempatan Papaloang-Tembal yang akan dikerjakan tahun 2023 nanti.
Sementara, untuk pekerjaan lainnya seperti paket proyek pekerjaan pembangunan terminal angkutan darat pasar Babang, pengembangan dermaga pelabuhan pasar baru Babang, dan pembangunan ruang tunggu terminal pelabuhan pasar baru Babang serta pembangunan pasar Babang, direncanakan akan dibangun pada tahun 2024 mendatang.
Wakil Bupati Halsel, Ali Basam Kasuba dalam pidato penandatanganan nota kesepakatan sub kegiatan tahun jamak (Multiyears) di gedung DPRD, Kamis 29 September kemarin, mengatakan, alokasi anggaran yang pekerjaannya menggunakan sistem tahun jamak atau multiyears ini adalah program Pemkab Halsel untuk pengembangan kawasan strategis perkotaan Labuha.
“Ke 13 program kegiatan dan sub kegiatan ini untuk biaya pekerjaan tahun jamak dan pagu pengembangan kawasan strategis perkotaan Labuha dengan anggaran sebesar Rp 270.292.561 miliar dengan pelaksanaan pekerjaan pada tahun 2023-2024,” papar Ali Basam Kasuba.
Basam menerangkan, program kegiatan Pemkab Halsel yang ditetapkan menggunakan sistem multiyears dan diajukan ke DPRD ini diharapkan berjalan sesuai prioritas pembangunan daerah yang direncanakan pemerintah. Oleh karena itu, diharapakan program ini mendapat restu dari DPRD Halsel melalui kesepakatan bersama dan melahirkan sebuah kepastian hukum, arah, target, sasaran dan tahapan, sehingga pembangunan bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran.
Ia menambahkan, tujuan kegiatan multiyears ini untuk memperjelas penyelesaian rencana tahapan pekerjaan per tahun dan kepastian penyelesaian kegiatan tersebut.
“Itu dimaksudkan mempermudah proses administrasi pertanggungjawaban program dan waktu kegiatan karena hanya dilakukan satu kali proses pengadaan barang dan jasa dengan pemanfaatan dana agar lebih efektif dan efisien,” jelasnya. (Asbar-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!