Pemilih Milenial di Morotai Meningkat Pesat

Morotai, Maluku Utara- Pemilih pemula atau pemilih milenial di Kabupaten Pulau Morotai dipastikan meningkat pada Pemilu 2024 mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pulau Morotai memperkirakan pemilh pemula meningkat 76 persen pada Pemilu 2024 nanti.

Itu disampaikan oleh anggota Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Morotai, Amina Failisa, ketika dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Senin (19/09/2022).

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi soal pendidikan pemilih partisipasi masyarakat. Rakor pertama dilaksanakan di Manado tanggal 14 sampai 17,” kata Amina. Dari hasil rakor itu diketahui pemilih pemula (kalangan melenial) sangat tinggi. Lonjakan jumlah pemilih pemula mencapai 76 persen. Jadi memang kami di KPUD ini sudah harus bersiap diri untuk melakukan pendidikan pemilih, berupa sosialisasi partisipasi masyarakat. Sasarannya memang di kaum milenial, pemilih pemula atau pemilih muda,” ujarnya.

BACA JUGA  Ketua DPRD Malut Minta TPP ASN Dibayar, BPKAD : Terealisasi untuk Satu Bulan

Dikatakan, saat ini KPU sedang menyusun rencana program sosialisasinya untuk merespon peningkatan jumlah pemilih pemula tersebut.

Disampaikan, ada beberapa sasaran segmen yang dituju dalam sosialisasi pemilu tersebut, salah satunya pendidikan pemilih pemula di sekolah.

“Untuk itu KPUD Morotai tengah menyusun rencana program sosialisasinya untuk merespon hal itu. Untuk memberikan edukasi di beberapa pemilih agar mereka berperan aktif pada pemilu mendatang,” jelasnya.

BACA JUGA  PN Tobelo Gelar Sidang Lokasi Dugaan Kasus Penipuan Jual Beli Tanah yang Digugat Tonny Laos

Lanjut dia, saat ini selain fokus terhadap pendidikan untuk pemilih pemula juga menyasar pemilih disabilitas, juga pemilih perempuan yang termarjinalkan saat pemilu berlangsung.

“Untuk pendidikan pemilih pemula kami lebih ke sekolah SMA. Kita mulai dari SMA kelas 2, setelah itu pemilih perempuan yang termarjinalkan,” terangnya.

Ia menambahkan, desain sosialisasi pemilih tersebut pelaksanaannya difokuskan ke desa-desa. “Karena sekarang pendidikan harus dibangun dari desa atau dari bawa ke atas, dan desa sebagai ikon-nya,” pungkasnya. (Tir-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah