Antisipasi DBD, Kadinkes Halsel Minta Camat dan Kades Proaktif

Halsel, Maluku Utara- Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasyim, menyebut update data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) per 26 Agustus 2022 sebanyak 116 kasus. Data tersebut akumulasi kasus DBD periode Januari-Agustus 2022.

“Kasus DBD di Halsel sepanjang bulan Januari-Agustus 2022 sebanyak 116 kasus, dan dua orang meninggal dunia,” kata Asia kepada Haliyora, Sabtu (17/08/2022).

Meski begitu, kata Asia, dua orang yang meninggal yang disebut karena terserang penyakit DBD tersebut harus disertakan dengan hasil pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.

BACA JUGA  MARKAS Peringatkan Sekprov Malut Agar Pelajari UU Terkait DOB Sofifi

Dijelaskan, penyakit DBD merupakan virus yang dapat menyerang sistem peredaran darah manusia akibat gigitan nyamuk. Karena itu, sebaiknya jika ada keluarga yang demam tidak sembuh-sembuh maka secepatnya dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan agar dapat ditangani mengunakan fasilitas kesehatan.

“Kalau ada keluarga atau warga yang sakit demam dan tidak sembuh-sembuh maka harus secepatnya dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit agar bisa segera diperiksa dan cepat tertangani,” imbaunya.

BACA JUGA  Pemprov Malut 'Tege' DBH Kabupaten/Kota Senilai Rp 15 Miliar

Asia berharap agar gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengn melakukan 3M harus terus digalakkan ke masyarakat, yakni menguras, mengubur dan menutup tempat-tempat nyamuk bersarang di lingkungan masing-masing untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD di Halsel.

“Kepala desa dan camat diharapkan beperan aktif mengerahkan masyarakat pada wilayah kerja masing-masing untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara menguras, mengubur dan menutup (3M),” pungkasnya. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah