Terkait Tanda Rawan Buaya dan Jalan Tani, Ini Tanggapan Sekot Tikep

Tidore, Maluku Utara- Permintaan warga di Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan yang meminta dipasangnya tanda bahaya di Kali Kosa dan Bale ditanggapi dingin oleh Sekretaris Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo.

Tanda tersebut kata Ismail, bisa saja diinisiasi langsung oleh pemerintah tingkat desa/kelurahan ataupun kecamatan. Artinya, tak perlu hanya persoalan tanda bahaya, Pemerintah Kota Tikep langsung turun tangan memasang tanda tersebut.

“Hanya sekedar pasang papan nama tanda bahaya saja, Pemkot harus turun lagi, kan logika ada di mana, karena itu ranahnya desa, kelurahan dan camat. Jadi seharusnya lihat seperti itu kepala desa maupun lurah dan camat sudah harus buat,” heran Sekkot Tikep, Ismail Dukomalamo saat diwawancarai haliyora.id, Kamis (28/7/2022).

BACA JUGA  Pendapatan Meningkat, Pemprov Malut Terbelit Utang

Ismail menyebut, harusnya tanda tersebut sudah dibijaki langsung oleh pemerintah paling di bawah dalam hal ini Desa/kelurahan dan kecamatan, bukan lagi harus diintervensi oleh pemerintah paling di atas dalam hal ini adalah Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

“Itu kan di desa atau kelurahan maupun kecamatan. Kalaupun semua ini intervensi dari atas ke bawah, itu lingkup yang paling kecil di bawah itu seperti apa,” tandasnya.

Mengenai jalan tani untuk warga seperti yang disinggung Camat Oba, Safruddin Nasir, lanjut Sekot Tikep, akan dikoordinasikan lagi dengan OPD terkait di lingkup Pemkot Tikep.

BACA JUGA  Terjadi Lagi di Tikep, Seorang Gadis Dicabuli Orang Dekat

“Terkait jalan tani yang diminta Camat Oba, akan kami koirdinasikan ke OPD terkait,” imbuhnya.

Sebagai informasi, sehari sebelumnya, Camat Oba Selatan, Safruddin Nasir meminta ke Pemkot Tikep agar dibuatkan tanda peringatan bahaya di sungai Kosa-Bale yang rawan akan hewan buaya. Serangan buaya di sungai tersebut sudah pernah memakan korban jiwa, 1 orang di antaranya warga Halmahera Utara, dan 2 lainnya adalah warga di Kecamatan Oba, Tikep.

Selain itu, untuk menghindari korban jiwa, camat juga meminta agar dibuatkan jalan tani sebagai alternatif jalan lain yang digunakan warga ke perkebunan mereka selain sungai yang merupakan habitatnya hewan ganas tersebut. (YH-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah