Jakarta- Salah satu putra terbaik Provinsi Maluku Utara mendapatkan penghargaan Kalpataru tahun 2022. Adalah Zulkifli, SE.Msi, pria 46 tahun yang saat ini aktif bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Ternate.
Mantan Camat Ternate Utara itu bisa berbangga hati karena ia baru saja mendapatkan penghargaan Kalpataru pada kategori pengabdi lingkungan.
Sebagai ASN yang bekerja dilingkungan Pemerintah Kota Ternate, alumnus Smansa Ternate angkatan 1994 itu layak mendapatkan nominasi penghargaan tersebut. Sebab ia dinilai berhasil mengatasi krisis air bersih di daerahnya itu melalui salah satu program yang ia emban.
Zulkifli menjadi pahlawan air hujan di Kota Ternate dan menerima penghargaan Kalpataru tahun 2022 yang diumumkan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah karena ia banyak melakukan berbagai gerakan lingkungan di Kota Ternate dan dikenal dengan Gerakan Memanen Hujan Kecamatan Ternate Utara (Gemma Camtara) tahun 2015. Kala itu dirinya masih menjabat sebagai Camat Ternate Utara, Zulkifli membangun sejumlah Instalasi Pemanfaatan Air Hujan (IPAH) di rumah-rumah warga terutama selama tujuh tahun terakhir ini.
Penerima Kalpataru katagori pengabdi lingkungan, Zulkifli kepada Haliyora menyampaikan, Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup yang diusulkan melalui DLH Provinsi Maluku Utara.
“Saat saya menjabat Camat Kota Ternate Utara pada tahun 2015 silam, kebutuhan air bersih berkurang dan kualitas air saat itu kurang baik, sehingga ide untuk memanen air hujan terus digalakkan,” kata jebolan Magister Universitas Khairun Ternate tersebut.
Dirinya mengakui, keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan karyawannya di Kantor Kecamatan Kota Ternate Utara dan Lurah atas dukungan dan bantuannya, bersama-sama meluaskan kebermanfaatan program, berbagi air hujan berbagi kebaikan, berbagi air hujan untuk sesama dan lingkungan.
Zulkifli menyebut, penghargaan yang diraih menjadi semangat positif untuk memperluas program pemanfaatan air hujan, terutama dalam melestarikan lingkungan. Ia turut berterima kasih kepada pihak yang sudah membantu.
“Banyak pihak yang terlibat, baik secara pribadi dan institusi dan lewat ini saya berterima kasih kepada mereka. Ini dinamika yang positif dan menjadi semangat bagi kami untuk memperluas program ke depan dan merasa bersyukur karena apa yang menjadi program kami di Kecamatan Ternate Utara itu mendapat perhatian di tingkat Nasional,” katanya.
Adapun penghargaan Kalpataru 2022 ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Alue Dohong, kepada 10 penerima Kalpataru, diantaranya Zulkifli dari Ternate, Maluku Utara pada Rabu (19/7/2022) di Jakarta.
Selain Kalpataru, Wakil Menteri KLHK juga memberikan penghargaan Nirwasita Tantra tahun 2021 kepada 42 kepala daerah.
Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi kepada para pemimpin daerah dan pejuang lingkungan yang telah menjadi ujung tombak/garda terdepan dalam upaya pemulihan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia. Penghargaan juga secara rutin diberikan oleh KLHK kepada mereka yang telah terbukti memiliki kepedulian, komitmen, prakarsa, inovasi, motivasi, dan kreativitas secara berkelanjutan, sehingga berdampak positif terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan.
“Para pemimpin dan pejuang lingkungan hidup peraih penghargaan ini diharapkan menjadi contoh, inspirasi, dan pemicu yang mendorong inisiatif dan partisipasi individu atau kelompok masyarakat lainnya secara lebih luas,” ujar Alue Dohong.
Alue menekankan agar para penerima Penghargaan Kalpataru dan Nirwasita Tantra dapat menjaga amanah untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan hidup dan kehutanan di bumi demi generasi mendatang.
Adapun penerima Penghargaan Kalpataru tahun 2022 terdiri dari 3 Penerima kategori Perintis, 3 kelompok Penerima kategori Penyelamat, 2 penerima kategori Pengabdi dan 2 penerima kategori Pembina. Selain itu diberikan pula 1 penghargaan khusus bidang kolaborasi dalam pengabdian lingkungan.
Sedangkan Penghargaan Nirwasita Tantra tahun 2021 diserahkan kepada 42 pemimpin daerah terbaik yang dibedakan dalam kategori Provinsi, Kabupaten Besar, Kabupaten Sedang, Kabupaten Kecil, Kota Besar, Kota Sedang dan Kota Kecil. Tiap Kategori diberikan kepada 3 Kepala Daerah terbaik, 3 DPRD terbaik, dan 5 Pemerintahan terbaik.
Selain penyerahan Penghargaan Kalpataru Tahun 2022 dan Nirwasita Tantra tahun 2021, akan dirangkaikan dengan Talkshow bertema ‘Satu Bumi untuk Masa Depan’ – Kolaborasi Anak Muda Cinta Lingkungan.
Kegiatan ini melibatkan narasumber Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK, Bambang Supriyanto, penerima penghargaan Kalpataru tahun 2022, Rudi Hartono dan Amalia, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta Bupati Lumajang Thoriqul Haq. (red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!