Tata Kelola Pasar di Ternate Ibarat Kanker Stadium Tiga

Ternate, Maluku Utara- Ibarat penyakit kanker stadium tiga, anggota Komisi II DPRD Kota Ternate, Sudarno Taher, menilai pengelolaan pasar di Kota Ternate terburuk sepanjang pemerintahan Tauhid Solaman-Jasri Usman.

Lihat saja pasar yang ada di Kelurahan Sasa yang semrawut. Itu belum lagi pasar yang sudah dibangun namun belum difungsikan sehingga menjadi terbengkalai.

“Kalau saya kategorikan semacam penyakit kanker yang sudah stadium tiga,” sentil anggota Komisi II DPRD Kota Ternate, Sudarno Taher saat diwawancarai haliyora.id Rabu (29/06/22) kemarin.

BACA JUGA  Diknas Tikep Diminta Usul Tenaga Pengajar Lewat Jalur CPNS dan PPPK

Sudarno menilai sebagai instansi berwenang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate belum tegas menjalankan salah satu tugasnya sebagai pengelola pasar. Ia lantas menyebutkan, di pasar Sasa misalnya, banyak pedagang masih berjualan di pinggir-pinggir jalan, termasuk para penjual ikan. Hal ini selain menambah semrawutnya tata kelola pasar, juga tentu menggangu aktifitas lalulintas.

“Contoh sekarang di pasar Keluarahan Sasa, banyak pedagang berjualan ikan di jalan-jalan. Kami sudah menyampaikan ulang-ulang tetapi tidak ada langkah dari pemerintah,” kesalnya.

BACA JUGA  Pendanaan Kopdes Merah Putih di Maluku Utara Menunggu Edaran Mendagri

Meski dirinya mengakui capaian PAD oleh Disperindag Kota Ternate, akan tetapi sebagai instansi pemerintah yang bertanggung jawab, Disperindag harusnya lebih tegas sehingga ke depan pengelolaan pasar menjadi baik.

“Jadi tidak perlu dibanggakan, itu sudah seharusnya tercapai. Jadi pekerjaan rumah Disperindag saat ini adalah bagaimana fungsikan pasar yang sudah dibangun tapi belum ditempati itu,” pungkasnya. (Wan-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah