Tidore, Maluku Utara- Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Yakub Maradjabesy mengatakan, stok pangan jelang lebaran Idul Adha saat ini masih terbilang stabil.
Dikatakan, pangan yang tersedia itu terdiri dari komoditi hasil produk lokal, cadangan dan impor.
Disebutkan, ada 13 jenis komoditi (pangan) yang dipantau Dinas Pangan, yakni beras, jagung, kedelei, bawang merah, bawang putih, cabe kriting, cabe rawit, daging Sapi, daging ayam, dan telur.
Dikatakan, sebagian bahan pangan tersebut ada yang diproduksi sendiri di Kota Tidore Kepulauan seperti bawang, cabe rawit, cabe keriting dan daging sapi.
“Kalu komoditi pabrikan juga pasti ada banyak di toko-toko, apalagi sudah ada tol laut,” ujarnya, Senin (27/06/2022).
Meski sebagian komoditi dapat diproduksi sendiri, namun juga disuplai dari luar daerah sehingga kadang mempengaruhi harga jual di pasar.
“Seperti bawang dan cabe rawit misalnya, itu kadang harganya naik karena masalah distribusi. Sebab bawang dan rica ini kan sebagian dipasok dari luar daerah, sehingga ada rantai distribusi yang agak panjang, makanya mempengaruhi harga.
Meski demikian, sambungnya, dari data yang dikantongi, untuk bawang dan cabe masih cukup, karena ketersediaan barang lebih banyak dari kebutuhan.
“Kalu sesuai data yang ada pada kami, untuk bawang merah dan cabe itu masih cukup, karena ketersediaan itu melebihi kebutuhan. Kalau ketersediaan bawang merah saat ini sebanyak 19,32 ton, sedangkan kebutuhan perbulan sebanyak 7 ton. Sementara cabe rawit tersedi sebanyak 6,6 ton dari kebutuhan sebanyak 4,1 ton per bulan,” terangnya. (YH-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!