Ternate, Maluku Utara- Program kegiatan peningkatan pemeliharaan jalan hotmix di sejumlah ruas jalan di Kota Ternate sampai sejauh ini belum juga dilaksanakan. Padahal, pelaksanaan kontraknya sudah ditandatangani sejak 28 April lalu. Artinya, sudah hampir tiga (3) bulan ini belum ada realisasi pekerjaan sama sekali.
Ruas jalan tersebut di antaranya, jalan Kalumata-Gambesi, jalan Lingkungan Jan, jalan Melati Kelurahan Kalumata dan jalan Pahlawan Revolusi.
“Informasi yang Komisi III dapat bahwa kontraktor pelaksana yang memenangkan tender itu tidak ada dukungan AMP di Kota Ternate sehingga membuat jalan tersebut belum juga dilaksanakan,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Anas U. Malik saat diwawancarai Haliyora di gedung DPRD, Selasa (14/06/22).
Meski begitu lanjut Anas, karena dana pekerjaan ini bersumber dari DAK dan DAU sehingga Komisi III menegaskan agar PUPR segera meminta kontraktor pelaksana agar sesegera mungkin melaksanakan pekerjaan hotmix itu.
“Dana DAK ini pelaksanaan pelaporan progresnya disampaikan tiga bulan sekali, sehingga kami khawatir ketika realisasi pekerjaan hotmix itu tidak terlaksana maka bisa jadi Kota Ternate akan mendapatkan sanksi. Sanksinya bisa jadi kehilangan DAK,” ucapnya.
Anas membeberkan, setidaknya anggaran yang diperuntukan untuk pekerjaan hotmix itu antara lain, jalan Melati-Kalumata senilai Rp 2 miliar lebih, jalan Kalumata-Gambesi Rp 2 milar lebih, jalan Pahlawan Revolusi Rp 600 juta lebih, dan jalan lingkangan Jan senilai Rp 1 miliar lebih.
“Jumat pada 17 Juni nanti, kami bakal memanggil PUPR Kota Ternate untuk membahas malasah ini,” tandasnya. (Wan-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!