Halsel, Maluku Utara- Sebanyak 91 kepala keluarga yang tersebar di 3 desa cairkan dana bantuan korban gempa yang mengalami kerusakan rumah kategori rusak berat. Dana yang dicairkan adalah pencairan tahap pertama sebesar 30 persen.
Itu disampaikan Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, Muhammad Ichwan Iskandar Alam kepada Haliyora Senin, (30/05/2022).
Ihcwan mengatakan, warga korban gempa itu melakukan pencairan tahap pertama di Bank BRI KCP Labuha.
“BPBD Halsel sudah merekomendasikan pencarian 30 persen dana Huntap untuk korban gempa Desa Gane Dalam sebanyak 56 KK, Desa Sekly 29 KK Dan desa Wayatim 6 KK, totalnya 91 KK. Ini pencairan tahap pertama sebesar 30 persen Rp 25 juta per KK. Pencairannya di Bank BRI KCP Labuha,” terangnya.
Selain 91 KK yang sudah mencairkan dana tahap awalnya, sambung Icwan, warga penerima bantuan lainnya juga akan mencairkan Dananya setelah melengkapi administrasi pencairan dan menyerahkan ke Bank.
“Warga korban gempa lainnya akan dicairkan dananya oleh pihak bank setelah administrasinya dilengkapi dan diserahkan ke bank,” kata Ichwan.
Terkait pengembalian dana 30 persen oleh pihak ketiga (PT. Jeras Persada), sambung Ichwan, pihaknya sementara berkordinasi dan komunikasi untuk mengatur waktu bertemu dengan pihak kontraktor guna menghitung jumlah anggaran yang mesti dikembalikan.
“PPK sudah komunikasi dengan pihak kontraktor, karena sudah ada pengeluaran biayai pembuatan lantai kerja dan pembayaran rumah RTG yang terlanjur dibangun, jadi akan dihitung dulu berapa besar dana yang harus dikembalikan,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah pada Selasa (31/05/2022), kontraktor PT. Jeras Persada, Thomas Erison mengaku belum menghitung jumlah dana yang harus dikembalikan.
“Ganti rugi pencairan 30 persen itu lagi dibicarakan dengan pihak BPBD Halsel. Sementara ini masih berkoordinasi. Kita juga lagi atur pergeseran anggaran bahkan minjam sana-sini untuk mengembalikan uang tersebut,” ujarnya.
Diketahui, tercatat sebanyak 1.201 unit rumah korban gempa kategori rusak berat, dan sebelumnya dana Huntap telah dicairkan 30 persen oleh Bank BRI KCP Labuha yang diserahkan kepada pihak kontraktor PT. Jeras Persada. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!