Imunisasi di Sula Menurun

Sanana, Maluku Utara- Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menggelar kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Kegiatan yang berlangsung di Istana Daerah (Isda) itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati, M. Saleh Marasabessy. Senin (23/5/2022)

Usai dibuka Wakil Bupati, Plt. Kadis Kesehatan Sula, Suryati Amdullah menyampaikan sambutan.

Suryati dalam sambutannya itu menjelaskan bahwa pelaksanaan BIAN dilaksanakan serentak pada tanggal 18 Mei 2022 dan dicanangkan oleh Presiden berlangsung di 34 Provinsi.

Di Provinsi Malut, kata Suryati, pelaksanaan BIAN sudah dilaksanakan di 10 Kabupaten Kota. Dan di Sula, pelaksanaan BIAN diawali dengan sosialisasi lintas sektor dan lintas program terkait. “Hari ini akan dilaksanakan pencanangan,” tuturnya.

BACA JUGA  Kasus Dugaan Ijazah Palsu Segera Diproses, Nasib CPM di Ujung Tanduk

Dijelaskan, sasaran vaksinasi BIAN yaitu kelompok usia 12-59 bulan bagi anak yang status imunisasinya tidak lengkap dan anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 12 tahun dengan imunisasi campak Rubela (Sarampa). “Khusus di Sula, pelaksanaan BIAN adalah sebanyak 20.349 jiwa yang tersebar di 13 Puskesmas se-Kabupaten Kepulauan Sula,” terangnya.

Kata Suryati, pelaksanaan BIAN tersebut difasilitasi pelayanan kesehatan di antaranya : Puskesmas, Pustu, Polindes, Rumah Sakit pemerintah dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), di lapangan maupun di sekolah-sekolah mulai dari tanggal 18 Mei sampai 18 Juni 2022.

Suryati juga menyampaikan bahwa pelaksanaan imunisasi dua tahun terakhir tidak berjalan optimal akibat Pandemi Covid-19.

BACA JUGA  RSUD Labuha Kelola Anggaran Rp 47 Miliar, Ini Prioritasnya

Suryati mengaku data dua tahun terakhir menunjukkan terjadinya penurunan cakupan imunisasi rutin yang sangat signifikan, baik imunisasi dasar maupun imunisasi lanjutan.

“Hal ini menyebab jumlah anak-anak kita yang tidak mendapatakan imunisasi rutin lengkap sesuai usia semakin bertambah banyak sehingga berdampak terhadap peningkatan kasus penyakit TBC (Batuk Darah), Polio (lumpuh layu), Difteri (batuk rejan), tetanus, pertusis (batuk 100 hari), campak (sarampa) dan Hipatitis B,” ungkapnya.

Disebutkan Suryati, pada tahun 2020 tercatat capaian imunisasi dasar dan lanjutan sebesar 3,0 persen sedangkan pada tahun 2021 sebesar 52,4 persen.

“Jika status imunisasi anak kita lengkap maka penyakit-penyakit yang saya sebut tadi tidak akan terjadi,” pungkasnya. (Sarif-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah