Tanggapi Investasi RSUD Ternate Senilai Rp 1,7 Triliun, Akademisi: Mustahil, APBD Bisa Korban

Ternate, Maluku Utara- Dr. Muam’mil Sunan, akademisi Unkhair Ternate mananggapi recana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Ternate yang akan dibayar atas kerjasama investasi Pemkot Ternate dengan PT. Wika.

Kepada Haliyora, pada Jum’at (22/04/2022), Doktor bidang ekonomi itu mengatakan, Pemkot harus memperhitungkan secara matang dalam rencana membangun RSUD 4 lantai, apalagi menggunakan pinjaman (investasi) ke PT Wika senilai 1,7 triliun dengan jangka waktu pengembalian pinjaman 10-15 tahun.

“Itu artinya setiap tahun Pemkot harus bayar ke investor sebesar Rp 100 miliar. Pertanyaannya adalah dari mana Pemkot dapat uang untuk membayar angsuran Rp 100 miliar per tahun itu. Kalau Pemkot berharap akan membayar angsuran dari keuntungan pengelolaan RSUD menurut saya agak mustahil. Keuntungan sebesar Rp 100 miliar per tahun itu sulit dicapai RSUD,” kata Muammil.

BACA JUGA  Pria Paruh Baya Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Terapung di Laut Ternate

Muam’mil menyarankan kepada Pemkot agar perlu memperhitungkan biaya operasional RSUD termasuk gaji tenaga medis maupun non medis serta dokter yg nilainya lumayan besar. Bahkan Pemkot juga harus bisa prediksi berapa keuntungan per bulan, karena keuntungan itu tergantung banyaknya pasien rawat inap dan lainnya.

“Masalahnya, sudah banyak RSUD beroperasi di Ternate ini, jadi harus memiliki data jumlah masyarakat yang melakukan rawat inap setiap bulan. Data itu penting supaya bisa memprediksi keuntungan perbulan. Jika keuntungan tidak capai Rp 100 miliar per tahun maka pastinya APBD menjadi korban untuk menutup kekurangan pembayaran angsuran,” tutur Muam’mil. (Tim-1)

BACA JUGA  Pemprov Malut dan Halsel Tak Kebagian Tambahan Dana Transfer, Akademisi : Ini Resikonya
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah