Tuntut Kenaikan Tarif, Sopir Angkot di Sula Aksi Mogok

Sanana, Maluku Utara- Puluhan sopir Angkutan Umum (Angkot) di Sula melakukan aksi mogok, pada Rabu (30/03/2022). Mereka menuntut kenaikan tarif angkutan umum seiring kenaikan harga BBM.

Seperti disampaikan Wawan, salah satu sopir angkutan umum kepada Haliyora bahwa para sopir angkutan umum meminta Dinas Perhubungan menaikkan tarif angkutan karena harga BBM saat ini sudah naik.

“Sekarang ini kan sudah pake BBM jenis Pertalite dan Pertamaks. BBM jenis bensin sudah dilarang. Nah harga Pertalite sekarang Rp 7.850 per liter dan Petramaks harganya Rp 9.200 per liter, sementara tarif angkutan masih menggunakan standar harga BBM jenis Bensin yang ditetapkan pada tahun 2015. Jadi kami rasa tarif angkutan sudah harus dinaikkan seuaikan harga BBM,” ujar Wawan.

BACA JUGA  Tuntut Aturan Angkutan Online, Sopir Angkot di Ternate Demo Kantor Walikota

Kata Wawan, ia dan rekan-rekan sopir angkutan umum akan kembali melakukan aksi mogok jika tuntutan mereka tidak ditanggapi Pemda. “Kami akan melakukan aksi mogok hingga mendapatkan respon dari Pemda Sula,” ancam Wawan.

Sementara, Ketua Organda Kepulauan Sula, Ronal Makasar, menyebut ada tiga tuntutan yang disampaikan saat unjuk rasa tersebut, yakni, naikkan tarif angkutan, karena harga BBM sudah naik 45 persen. Turunkan harga retribusi pasar. Legalkan organisasi sopir.

“Jika tuntutan ini tidak direspon pemerintah, maka kami akan kembali lakukan mogok,” tegasnya.

BACA JUGA  Sopir Angkot di Ternate Keluhkan Jalan Utama Ditutup untuk Acara Warga

Ronal juga menyatakan rasa kecewanya kepada Kadis Perhubungan Sula Chairullah Mahdi, lantaran selama ini belum pernah melakukan pertemuan dengan para sopir seperti yang dilakukan Kadishub sebelumnya.

“Kadis Perhubungan sekarang ini belum pernah bertemu dengan kami sehingga wujud dia seperti apa kami belum tau (kenal). Padahal Kadis Perhubungan sebelum-sebelumnya langsung ketemu para sopir usai dilantik. Tapi yang satu ini sosoknya seperti apa kami belum tau, kami hanya dengar namanya saja,” ungkap Ronal kesal.

Sekedar diketahui, jumlah angkutan umum/sopir jenis kendaraan mikrolet di Sanana, (Sula) sebanyak 90 angkot/orang dan 100 orang supir pada 100 kendaraan Pick up. (Sarif-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah