Menteri KP Kenalkan BCL di Morotai

Morotai, Maluku Utara- Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ir. Sakti Wijaya Trenggono memghimbau warga Morotai agar tetap menjaga laut dari ancaman sampah.

Himbauan tersebut disampaikan menteri saat melakukan kunjungan Kerja di Morotai, tepatnya di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), Desa Daeo, Kecamatan Morotai Selatan, Selasa (8/03/2022).

Menteri dalam kesempatan tersebut juga mensosialisasikan program Bulan Cinta laut (BCL).

Dalam sambutannya, Menteri KP mengatakan, pemerintah saat ini tidak main-main terhadap penanganan sampah di laut, karena masalah sampah di laut sudah menjadi perhatian dunia internasional.

“Sehingga Kementrian KP sangat serius menangani masalah sampah di laut ini. KKP sebagai pemangku tata kelola sektor kelautan dan perikanan memastikan all out dalam mewujudkan target pengurangan sampah di laut seperti tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah, dimana disebutkan pengurangan sampah di laut hingga 70 persen,” ujar menteri.

BACA JUGA  Baliho Dicopot, Timses Seorang Politisi di Morotai Gusar, Kasatpol PP Bilang Begini

Dikatakan, untuk menangani sampah di laut, KKP memiliki program Gerakan Bersih Pantai dan Laut yang sudah dilakukan di berbagai kawasan pesisir Indonesia. Gerakan ini kemudian ditingkatkan cakupannya melalui program Bulan Cinta Laut (BCL) dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemda, TNI/Polri, Basarnas, pelaku usaha, warga lokal, aktivis lingkungan, hingga pelajar.

Saat ini, lanjut Sakti, Kementrian KP tengah melakukan pematangan agar BCL menjadi gerakan nasional. Selain aksi bersih pantai dan laut, program tersebut akan mengatur pengelolaan limbah perbekalan di kapal-kapal penangkap ikan agar tidak sembarangan dibuang ke laut. Kemudian akan ada waktu tertentu bagi nelayan untuk melaut namun bukan dalam rangka menangkap ikan, melainkan mengambil sampah.

BACA JUGA  Wali Kota Ternate Warning Sanksi ASN Pasca Cuti Lebaran

“Kami tengah matangkan mekanismenya, karena BCL bukan sebatas gerakan memungut sampah yang ada di laut dan pantai, tapi juga bagaimana limbah perbekalan yang ada di kapal-kapal penangkap tidak dibuang ke laut melainkan di tempat yang sudah kami siapkan. Jadi hulunya juga dibenerin dan diawasi. Satu hal lagi yang saya ingatkan bahwa melaut bukan hanya mencari ikan tetapi melaut juga harus membersihkan laut secara bersama. Saya akan minta kepada Bapak Dirjen BCL bersama Dirjen Tangkap agar yang ditangkap bukan hanya ikan tapi sampah di laut juga harus ditangkap. Nanti sampahnya juga dibayar seperti ikan, per kilonya berapa, tapi juga gak 100%. Kita akan rancang itu,” pungkasnya. (Tir-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah