Ternate, Maluku Utara- Pemkot Ternate diminta merehabilitasi saluran air yang berada di lingkungan RW 03 Ngade Sone, Kelurahan Tobeleu, Kecamatan Ternate Utara.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Fahri Bachdar saat diwawancarai Haliyora usai memantau lokasi banjir, Kamis (17/02/22).
Fahri menyampaikan, banjir di Kelurahan Toboleu saat hujan mengakibatkan aliran air mengalir deras menghantam dinding saluran air hingga patah, sehingga airnya mengalir tidak beraturan hingga masuk ke rumah-rumah warga.
“Untuk itu kami berharap Dinas PUPR gunakan dana swakelola untuk memrehab saluran air di lingkungan Ngade Sone itu. Sebab, dikhawatirkan rumah-rumah warga mengalami kebanjiran setiap hujan deras,” ujarnya.
Menurut Fahri, pada tahun 2023 mendatang, Pemkot harus membuat check dam di sisi Barat jembatan Ngade Sone yang berfungsi sebagai penampung air hujan agar meninimalisir terjadinya banjir.
“Dari dulu saya sudah sampaikan kepada Dinas PUPR agar dibuatkan check dam ini, namun sampai sekarang belum juga terealisasi. Kami berharap Kepala Dinas PUPR sekarang bisa membantu masyarakat dengan mengalokasi anggaran untuk pembuatan check dam pada 2023 mendatang,” ucapnya.
Selain banjir, kata Fahri, juga terjadi longsoran di belakang rumah warga RW. 03 lingkungan Ngade Sone.
Terkait longsor tersebut, Fahri meminta BPBD Kota Ternate mengalokasikan anggaran dari Dana Tak Terduga (DTT) untuk mengatasi longsor tersebut. “Kami berharap ini menjadi perhatian dari BPBD Kota Ternate untuk dapat mengakomodir lewat Dana Tak Terduga (DTT),” imbuhnya. (Wan-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!