Ternate, Maluku Utara- Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara mencatat nilai ekspor Provinsi Maluku Utara pada Januari tahun 2022 sebesar US$ 675,09 juta, naik 13,30 persen dibanding Desember 2021 senilai Rp US$ 595,86 juta.
Kepala BPS Maluku Utara, Aidil Adha, dalam rilisnya yang diterima Haliyora, Selasa (15/02/2022), mengatakan, volume ekspor Maluku Utara pada Januari 2022 sebesar 232,30 ribu ton, mengalami peningkatan sebesar 10,43 persen dibanding Desember 2021 sebesar 105,38 ribu ton.
“Ekspor Maluku Utara pada Januari 2022 berupa golongan barang Besi dan Baja (HS 72) ke Tiongkok, Korea Selatan, dan India serta golongan barang nikel ke Tiongkok,” tulis Aidil.
Aidil menyebutkan, ada ekspor barang dari Provinsi Maluku Utara melalui provinsi lain yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, yakni golongan ikan dan udang, golongan perhiasan/permata, dan golongan lak, getah, dan damar.
“Nilai ekspor asal barang dari Provinsi Maluku Utara yang diekspor melalui provinsi lain pada Januari 2022 sebesar US$ 1,50 juta atau 0,22 persen dari total ekspor sebesar UUS 676,60 juta,” ungkap Aidil.
Sedangkan, sambung Aidil, untuk perkembangan nilai impor Provinsi Maluku Utara pada Januari 2022 sebesar US$ 154,61 juta, mengalami penurunan sebesar 45,33 persen dibanding Desember 2021 yang senilai US$ 282,81 juta. Volume impor Maluku Utara pada Januari 2022 sebesar 156.56 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 25,38 persen dibanding Desember 2021 yang sebesar 209,82 ribu ton.
“Pada bulan Januari 2022, Provinsi Maluku Utara mengimpor 34 golongan barang. Nilai impor terbesar pada golongan Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik senilai US$ 56,85 juta. Barang impor Maluku Utara pada bulan Januari 2022 itu berasal dari Tiongkok, Qatar, Jepang, Malaysia, dan Singapura,” pungkasnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!