Tidore, Maluku Utara- Serumpun bambu yang dibawa banjir dan tersangkut di jembatan Ake Lolobi perbatasan Kelurahan Doyado dan Dowora, Kecamatan Tidore Timur sejak bulan Januari 2022 lalu hingga kini belum ditarik keluar.
Pada Kamis, 20 Januari 2022 lalu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tikep Muhammad Abubakar kepada awak media mengatakan, pihaknya masih menunggu alat berat yang berada di Oba untuk mengeluarkan bambu tersebut.
Namun, sudah hampir sebulan, rumpun bambu tersebut belum juga dikeluarkan dari bawah jembatan.
Saat dikonfirmasi kembali pada selasa (15/02/2022), Muhammmad Abubakar beralasan bahwa pemilik alat berat yang akan dipakai untuk mengeluarkan bambu itu masih banyak pekerjaan.
“Rumpun bambu di bawah jembatan Ake Lolobi itu belum bisa dikeluarkan karena pemilik alat masih banyak pekerjaaan dan butuh alatnya itu. Kami sudah koordinasi dengan dia, tapi dia minta agar menunggu dulu. Selain itu, ada juga pembayarannya (sewa alat) lumayan besar. Saya juga sudah jelaskan, bahwa dalam Peraturan BPBD tentang Kebencanaan pada pasal 12 ayat 68 disebutkan, jika terjadi bencana kemudian BPBD meminta bantuan alat ke pihak perusahaan tapi tidak diberikan, maka pihak perusahan akan dikenakan sanksi karena sudah ada kesepakatan antara pihak BNPB dengan pihak swasta,” ungkap Kaban.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Tikep Malik Muhammad kepada Haliyora mengatakan, pihaknya sudah meminta instansi terkait agar secepatnya mengeluarkan rumpun bambu yang tersangkut di bawah jembatan Ake Lolobi itu.
“Kita sudah minta instansi terkait untuk secepatnya keluarkan bambu yang tersangkut di bawah jembatan ini, karena bisa mengakibatkan bencana baru jika hujan turun,” ujar Malik via telpon, Selasa (15/02/2022). (Unu-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!