Tidore, Maluku Utara- Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Jainudin Umasangaji beberapa hari lalu mengatakan di Tikep masih kekurangan tenaga pengajar (guru), dan masih butuh ratusan guru lagi untuk memenuhi kebutuhan.
Sementara, Ketua DPRD Tikep Ahmad Ishak menanggapi pernyataan Kadis Pendidikan tersebut dengan mengatakan penempatan guru di sekolah tidak merata.
Buktinya, kata Ahmad, pada kunjungan kerja Komisi I beberapa hari lalu ditemukan ada sejumlah sekolah memiliki kelebihan guru, meski pada sekolah lain ada kekurangan guru.
Ketua DPRD menyarankan agar penyebaran guru di sekolah-sekolah hendaknya dilakukan secara merata. Jangan guru ditempatkan menurut kepentingan politik.
Pernyataan kedua pejabat tersebut kemudian ditanggapi oleh Ketua PGRI Kota Tidore Kepulauan, Muriyono Hamid.
Muriyono membenarkan ada kelebihan guru di sejumlah sekolah seperti disampaikan Ketua DPRD. Muriyono juga sependapat dengan Ahmad Ishak yakni harus ada pemerataan penyebaran guru di setiap sekolah.
Hal itu disampikan Muryono kepada Haliyora, Sabtu (12/02/2022).
Muryono mengungkapkan, akibat penumpukan guru di sejumlah sekolah pada wilayah kecamatan dalam kota sehingga di daratan Oba terjadi kekurangan guru.
“Kasihan peserta didik yang ada di daratan oba sangat membutuhkan guru. Jadi saya harap dalam pemutasian guru harus dilakukan secara merata, bahkan menurut PGRI masalah pemerataan penyebaran guru ini secepatnya dilaksanakan,” imbuhnya.
Muryono juga mengusulkan agar Dinas Pendidikan hendaknya memperhatikan beberapa hal dalam menempatkan guru, yakni harus guru yang mendapat sertifikasi tunjangan tambahan, perlu dipertimbangkan kalau guru yang dimutasikan ini suami istri yang sama-sama PNS maka harus dipindahkan semua dalam satu tempat.
“Karena kenyamanan dan kesejahteran keluarga juga sangat mendukung dalam pelaksanaan tugas, sehingga jika dipindahkan maka harus dua-duanya (suami-istri) pindah. Jangan sampai keduanya dipindahkan ke tempat yang berbeda,” ujarnya.
Sedangkan, sambung Muryono, bagi guru yang sudah mendekati masa pensiun (tinggal 2 atau 3 tahun) masuk masa pensiun lebih baik tidak dimutasi karena tidak produktif lagi.
Masih tentang pemerataan guru, kata Muryono, yang dihadapi ke depan adalah satu kurikulum baru, sehingga pemerataan guru sangat diperlukan. “Jangan sampai peserta didik bersemangat untuk mendapatkan pembelajaran tapi gurunya tidak ada,” pungkasnya. (Unu-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!