Orang Halsel Konsumsi Beras 24 Ribu Ton Per Tahun

Halsel, Maluku Utara- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Halmahera Selatan, Agus Heriawan mengatakan, jumlah lahan baku sawah di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terbatas, sehingga produksi padi (Beras) belum mampu menjawab kebutuhan beras masyarakat di Halsel.

Dikatakan, lahan sawah baku di Halsel seluas 1.094 tersebar di Kecamatan Gane Timur Tengah, Gane Timur , Obi, dan Bacan Barat Utara, namun yang digarap hanya di Gane Timur seluas 600 hektare.

BACA JUGA  Produksi Padi di Maluku Utara Per Januari-September Diperkirakan Menurun

Dari 600 hektar itupun, sambung Agus, pada tahun 2021 hanya 400 hektar di Desa Lalubi, Kecamatan Gane Timur digunakan bercocok tanam. “Sawah 600 hektare itu hanya mampu memproduksi beras sebanyak 3.500 kilo gram (3,5 ton), sementara konsumsi beras per tahun di Halsel khusus wilayah Ibu kota saja sebanyak 24.000 ton. Itu pun belum mencukupi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya kepada Haliyora, Rabu (02/02/2022)

BACA JUGA  Usai Dilantik, Sekda Halsel Fokus Garap PAD di Sektor Pertambangan

Untuk itu, lanjut Agus, pada tahun ini (2022), Distan Halsel kembali mendorong petani menggarap sawah 600 hektar itu untuk menanam padi yang diperkirakan bakal memproduksi beras sebanyak 900 ton. ”Ini yang akan kita dorong,” pungkas Agus. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah