Halsel, Maluku Utara- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Halmahera Selatan, Agus Heriawan mengatakan, jumlah lahan baku sawah di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terbatas, sehingga produksi padi (Beras) belum mampu menjawab kebutuhan beras masyarakat di Halsel.
Dikatakan, lahan sawah baku di Halsel seluas 1.094 tersebar di Kecamatan Gane Timur Tengah, Gane Timur , Obi, dan Bacan Barat Utara, namun yang digarap hanya di Gane Timur seluas 600 hektare.
Dari 600 hektar itupun, sambung Agus, pada tahun 2021 hanya 400 hektar di Desa Lalubi, Kecamatan Gane Timur digunakan bercocok tanam. “Sawah 600 hektare itu hanya mampu memproduksi beras sebanyak 3.500 kilo gram (3,5 ton), sementara konsumsi beras per tahun di Halsel khusus wilayah Ibu kota saja sebanyak 24.000 ton. Itu pun belum mencukupi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya kepada Haliyora, Rabu (02/02/2022)
Untuk itu, lanjut Agus, pada tahun ini (2022), Distan Halsel kembali mendorong petani menggarap sawah 600 hektar itu untuk menanam padi yang diperkirakan bakal memproduksi beras sebanyak 900 ton. ”Ini yang akan kita dorong,” pungkas Agus. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!