Ternate, Maluku Utara- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate Muhajirin Bailusy mengaku dirinya ragu dengan kompetensi Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Ake Gale yang bakal dilantik nanti.
Dikatakan Muhajirin, Dewan Pengawas dan Direksi itu harus punya kapasitas atau kemampuan secara teknis.
“Kalau direksi itu harus punya kapasitas dan kemampuan tekhnis sehingga mampu mengetahui masalah yang terjadi terkait air bersih di Kota Ternate ini. Paling tidak mereka bisa memastikan kondisi topografi, struktur tanah dan memastikan dimana ada potensi air yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kelangkaan air, agar masalah air bersih di Kota Ternate itu tidak lagi terjadi. Begitu juga Dewan Pengawas harus orang yang punya latar belakang atau kapasitas. Karena tugasnya bukan sekedar mengawasi. Orang yang mengawas itu harus punya kapasitas secara tekhnis lebih dari rata-rata Direktur maupun Direksi. Ini soal air bersih, jadi tidak boleh main-main,” tandas Muhajirin, Selasa (18/01/2022).
Menurutnya, paling tidak para Direksi dan Dewan Pengawas itu sudah dapat memproyeksikan dalam 5-10 tahun ke depan air di Kota Ternate semakin berkurang dan bakal terjadi krisis air bersih. “Dengan begitu mereka berfikir untuk mendapatkan alternatif-alternatif,” ujar Muhajirin.
Sementara, menurut Ketua Komisi II Mohtar Bian, kompetensi Dewan Pengawas dan Direksi dapat dilihat dan diketahui saat mulai bekerja.
“Yang jelas mereka yang dilantik hari ini tentu punya kemampuan, karena telah mengikuti tahapan seleksi. Jadi saya kira kita tidak usah ragu dengan kompetensi yang mereka miliki. Tinggal nanti kita melihat atau mengawasi kinerja mereka dalam enam bulan kedepan. Apakah mereka mampu atau tidak, nanti kita lihat dari situ,” pungkasnya. (wan-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!