Sofifi, Maluku Utara- Masyarakat Sofifi dan sekitarnya bakal disuguhi berbagai gelaran pentas budaya pada Festifal Doe-Doe Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan yang akan mulai berlangsung Rabu, 22-31 Desember 2021.
Sebagaimana disampaikan Ketua Panitia Festifal Doe-Doe, Idham Sabtu, bahwa pembukaan Festifal dijadwalkan berlangsung pada Rabu besok (22/12/2021) pukul 09.00 WIT.
Idham kepada haliyora, pada Selasa (21/12/2021), mengatakan, acara pembukaan akan dihadiri Gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba (AGK), Wali Kota Tidore Capt. Ali Ibrahim bersama Wakil Wali Kota Tikep Muhammad Sinen, Bupati Halteng Edi Langkara, Bupati Halut Fran Manery, dan Bupati Morotai Beny Laos.
“Kita akan tampilkan berbagai budaya lokal sebagai upaya pelestarian budaya kita sekaligus memperkenalkan potensi wisata dalam kawasan Hutan Mangrove Guraping, Kecamatan Oba,” ujar Idham.

Dikatakan, sejumlah tarian daerah akan ditampilkan pada acara pembukaan nanti yang diperagakan langusung oleh generasi muda dari sanggar Tari Guruaping.
Dengan mengundang Gubernur serta sejumlah pimpinan Kabupaten/Kota dan tokoh masyarakat untuk menghadiri pembukaan festifal tersebut, sambung Idham, panitia ingin menunjukkan bahwa Festifal Doe-Doe bukan hanya acara seremoni (rame-rame) saja, tetapi juga sebagai momentum bertemunya para tokoh daerah Malut.
“Supaya mereka dapat mempromosikan kampong Guruaping secara luas sebagai kampong budaya, serta diharapkan ke depan nanti Festifal Doe-Doe ditetapkan pemerintah menjadi agenda tahunan,” ujarnya.
Terpisah, Lurah Guraping Rusdi Jamaludin berharap Festival Doe-Doe tidak bersifat kegiatan dadakan atau sesaat saja.
“Festifal ini murni muncul dari keinginan masyarakat yang kemudian dikemas dalam satu kegiatan festifal budaya. Jadi saya harap jangan sampai hanya bersifat dadakan dan seremonial saja, namun berkelanjutan supaya mengangkat kembali budaya lokal,” harapnya.
Selain itu, Rusdi berharap Pemda mendukung sepenuhnya serta turut mengambil bagian dalam festifal ini. “Jangan hanya melihat unsur kebudayaanya saja, tetapi melihat juga lingkungan alam di Kecamatan Oba Utara. Di sini terhampar hutan mangrove yang sangat luas di sepanjang pantai Oba Utara yang sangat indah. Ini merupakan potensi wisata yang dapat dikelola untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tutur Rusdi.

Terkait tentang pelestarian hutan mangrove, Rusdi menghimbau kepada masyarakat Oba Utara untuk menjaga dan melestarikannya.
“Kita berharap masyarakat yang ada di Oba Utara ini bisa menjaga kelestarian alam yang ada di sepanjang pantai Guraping. Karena ada potensi wisata, khususnya hutan mangrove yang bisa dikelola untuk meningkatkan ekonomi warga, bahkan pemasukan PAD Kota Tidore Kepulauan,” imbuhnya. .
Sementara, Wakil Wali Kota Tidore Muhammad Senen kepada Haliyora mengatakan, Pemkot Tikep sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan Festifal Doe-Doe Guruaping tersebut.
“Pemkot Tikep sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya gelar Festifal Doe-Doe atas insitaf pemuda dan remaja Guruaping ini,” ujar wakil Wali Kota Tikep itu.
Wawali Tikep yang biasa disapa ayah Erik itu juga berharap agar Festifal Doe-Doe menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Tapi tahapan awal ini kita benahi dulu pembangunan infrastruktur, juga bisa ditambahkan oleh pemerintah provinsi, nanti setelah diserahkan ke pemerintah Tikep, baru kita lanjutkan, karena saya melihat lingkunganya sangat mendukung. Jadi skali lagi saya sampaikan bahwa Pemkot Tikep sangat mendunkung kegiatan ini,” pungkas Ketua DPD PDI-P Malut itu. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!