Sofifi, Maluku Utara- Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Provinsi Maluku Utara targetkan investasi masuk ke Malut pada Tahun 2021 sebesar Rp. 35 triliun.
Pada tri wulan ke III tahun 2021 sudah capai Rp 34 triliun. Kalau pada tri wulan ke IV ini minimal capai Rp 1 triliun saja nampaknya target tersebut dapat dicapai.
Itu disamapiakan Kepala Badan PMPTSP Malut Bambang Hermawan kepada Haliyora, Selasa (14/12/2021).
Target penanaman modal di Malut tahun 2021 sebesar Rp 35 triliun, sudah capai Rp 34 triliun pada triwulan ke III. “Kalau pada triwulan IV ini minimal masuk Rp 1 triliun saja maka target kita tercapai. Insya Allah akhir Desember bisa kita capai,” tutur Bambang optimis.
Bambang menjelaskan, izin investasi yang dikeluarkan BPMPTSP Malut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). “Izin Isvestasi terbesar adalah dari sektor pertambangan,” terangnya..
Sambung Bambang, rata-rata investasi pertambangan yang ada di Maluku Utara masih dalam masa konstruksi, sementara yang melakukan produksi masih sedikit. “Tapi itu juga yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Malut. sehingga pada triwulan ketiga sudah sampai 16 persen. Ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 6,5 persen. Kita juga berharap tahun ini pertumbuhan investasi di angka 7-8 persen,” ucapnya
Sementara, penyerapan tenaga kerja di Malut, kata Bambang cukup besar. Di sisi lain, tingkat pengangguran tahun 2021 mengalami penurunan.
Dikatakan, tenaga kerja asing (TKA) di Malut juga cukup besar yakni mencapai10 persen dari seluruh tenaga kerja di Malut. “Kisaran 5.000 TKA yang tersebar di semua perusahaan,” ungkapnya. (Sam/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!