Alumni Unipas Morotai Pertanyakan Pengembalian Uang Akhir Studi, Pemda dan Kampus Baku Tolak

Morotai, Maluku Utara- Opick Popa angkatan, salah satu alumnus Universitas Pasifik Morotai (Unipas) angkatan 2020-2021 mempertanyakan pengembalian uang akhir studi yakni uang wisuda dan lainya yang belum dikembalikan pihak Unipas hingga saat ini.

Padahal, kata Opick, biaya akhir studi di UNIPAS telah digratiskan oleh Pemda Morotai.

Alumnus Unipas yang diwisuda sejak April 2021 lalu itu mengatakan, karena semua digratiskan oleh pemda sehingga dalam perjanjian antara mahasiswa dengan pihak UNIPAS bahwa semua biaya penyelesaian akhir studi dibayar terlebih dahulu oleh mahasiswa nanti diganti oleh pihak kampus.

Ia merinci, untuk Fakultas Perikanan Prodi Ilmu Kelautan biaya penyelesaian akhir studinya terdiri dari uang PKL atau magang sebesar Rp.750.000, Proposal sebesar Rp.750.000, biaya praktek  sebesar Rp.750.000, uang skripsi Rp.1.750.000, dan anggaran wisuda sebesar Rp. 3.000.000, total Rp 7 juta. “Semua biaya itu digratiskan oleh Pemda, dan perjanjian antara mahasiswa dengan pihak fakultas adalah dibayar terlebih dahulu oleh mahasiswa kemudian diganti oleh pihak fakultas. Tapi sampai sekarang belum juga dikembalikan,” ungkapnya kepada Haliyora, Selasa (16/11/2021).

BACA JUGA  DPRD Haltim Rapat Bersama KPU dan Dukcapil Bahas Penambahan Kursi

Dikonfirmasi terpisah, Rektor Universitas Pasifik Morotai (Unipas), Irfan Hi. Abd Rahman mengatakan, bahwa hingga saat ini Pemda Morotai belum membayar uang akhir studi mahasiswa UNIPAS, sehingga belum dapat mengganti biaya yang dikeluarkan mahasiswa itu.

Dijelaskan, biaya akhir studi dari Pemda tidak dibayar melalui rekening UNIPAS melainkan langsung ke rekening mahasiswa yang menyelesaikan studinya.

“Jadi tanya di Kabag Kesra, kapan dibayar uang akhir studi itu dan kalaupun dibayar dari Pemda tidak masuk lagi ke rekening Unipas tapi langsung ke rekening masing-masing mahasiswa yang akhir studi, sehingga tidak ada kewajiban lagi Unipas mengembalikan uang itu karana uang tersebut diusulkan Unipas lagsung disalurkan ke rekening masing-masing,” singkatnya.

BACA JUGA  Hadiri Wisudawan UNIPAS, Bupati Morotai Singgung Ada Kelompok Tertentu Penghambat Kemajuan Daerah

Sementara saat dikonfirmasi, Kabag Kesra Pulau Morotai, Sahril Totona mengaku pihaknya menghadapi masalah terkait keluhan alumni mahasiswa UNIPAS itu, sebab sampai sekarang belum ada data tentang berapa jumlah alumni yang belum dikembalikan biaya akhir studinya.

“Sebetulnya kita juga bingung, karena  sampai sekarang secara formal kita belum dapat data berapa banyak mahasiswa yang belum diganti biaya penyelesaian akhir studinya. Kemarin para mahasiswa yang suda selesaikan studinya di UNIPAS itu ajukan proposal, tapi saya tolak, karena harus diajukan secara kelembagaan, bukan pribadi-pribadi bersangkutan yang mengaku biaya yang dikeluarkannya belum diganti,” pungkasnya. (Tir-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah