Halsel, Maluku Utara- Akhir-akhir ini sering terjadi kelangkaan BBM di beberapa wilayah Maluku Utara. Kali ini terjadi lagi suplai BBM di Halsel, khususnya di kota Labuha, ibukota Kabupaten Halsel mulai menipis. Antrian panjang kendaraan roda dua maupun roda empat di SPBU menunggu giliran mengisi tangki kendaraan. Itu terlihat sudah belangsung selama sepekan terakhir.
Pantauan Haliyora, pada Kamis (21/10/2021), mulai sekitar pukul 08.30 WIT terjadi kemacetan pada ruas jalan Labuha depan SPBU lantaran banyaknya antrian kendaraan hingga ke bahu jalan.
Beberapa depot minyak di Labuha juga tidak menjual minyak karena kehabisan stok BBM jenis pertalite dan bensin. Kelangkaan BBM ini juga memicu kenaikan harga BBM jenis pertalite dan Pertamax.
Penelusuran Haliyora di beberapa depot yang masih memiliki stok BBM jenis Pertalite dan Petramax menjual dengan harga Rp 13 ribu per liter untuk pertamax, dan Rp 12 ribu untuk pertalite.
Amir, salah satu warga Labuha kepada Haliyora, Kamis (21/10/2021) mengatakan, dalam seminggu terakhir mulai terjadi kelangkaan BBM di Labuha. “Torang so tara beli minyak di depot karena stoknya habis. Bensin dan Pertamax sudah habis. Lihat saja, antrian ratusan kendaraan di SPBU sejak pagi untuk mendapatkan minyak.
Rahmat, tukang ojek Pangkalan Desa Tomori juga mengeluhkan kelangkaan BBM di Labuha.
“Sekarang BBM sudah menipis sehingga sangat mempengaruhi aktifitas warga, terutama pemilik kendaraan. Apalagi torang sebagai tukang ojek ini. Kemari ojaek tidak beroperasi karena tarada minyak. Kondisi seperti ini kalau berlangsung lama, maka kami tukang ojek ini akan stengah mati, bahkan mungkin tara baojek lagi dan masyarakan yang setiap hari menggunakan jasa ojek akan kesulitan beraktifitas,” tutur Rahmat. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!