Maba, Maluku Utara- Dinas Perindagkop dan UMKM Halmahera Timur (Haltim) dinilai tidak tegas dalam memberikan sanksi kepada pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya di Kecamatan Kota Maba. Pasalnya BBM eceran dijual dengan harga Rp 15.000 per liter.
Bahkan dalam pantauan Haliyora, pada Rabu (08/09/2021), BBM eceran ada yang dijual dengan harga Rp 30.000 per botol penuh (kapasitas satu liter lebih)
Meski harganya mahal, warga tetap mengantri untuk mendapatkan BBM yang saat ini terjadi kelangkaan.
Salah satu Warga Kota Maba, Fasial Daud Ali, menuding pemerintah daerah seakan tidak tau kelangkaan BBM yang berdampak kenaikan harga tersebut. Sepertinya Pemda tidak mau tau dengan adanya kenaikan harga BBM karena terjadi kelangkaan.
“Buktinya Pemda sejauh ini tidak melakukan langkah-langkah untuk mengatasi kelangkaan BBM ini. Kemarin Disperindag mengatakan tidak ada kenaikan harga BBM di tingkat pengecer maupun SPBU bahkan mengancam para pengecer untuk tidak menjual BBM dengan harga tinggi. Tetapi faktanya justeru di Maba Sangaji harga BBM tingkat eceran dijual Rp15.000 per liter, namun tidak dicegah atau ditegur, bahkan terkesan dibiarkan begitu saja. Hanya gertak sambal,” kesal Faisal kesal.
Senada, Supander, pembeli lainnya mengakui ada BBM yang dijual per botol penuh dengan harga Rp 30.000. “Tadi saya beli satu botol penuh (isi satu liter lebih) dengan harga Rp 30.000. Tapi saya tetap beli saja, karena memang BBM kosong sekarang,” katanya.
Sementara, salah satu pengecer yang didak mau menyebut namanya mengaku terpaksa menjual BBM dengan harga Rp 15.00 per liter karena dirinya juga membeli dari pengecer lainnya di Buli dengan harga Rp 14.000 per liter. “Jadi saya hanya untung Rp 1.000 per liter,” ungkapnya.
Terhadap keluhan warga terkait kelangkaan BBM yang berdampak pada kenaikan harga tersebut, akhirnya Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Haltim, Lutfi Karim, diperintahkan Kadisnya mendatangi pengecer untuk memastikan harga BBM yang mereka jual.
Usai mengecek langsung ke pihak pengecer, Lutfi mengungkapkan bahwa memang harga BBM di tingkat pengecer adalah Rp 15.000 per liter, karena mereka membeli dengan harga Rp 14.000 per liter.
“Mereka juga beli di pengecer lain di Buli dengan harga Rp 14.000 perliter, makanya dijual kembali dengan harga Rp 15.000. Sedangkan informasi ada yang jual dengan harga Rp 30.000 per satu botol penuh itu tidak ada. Kami sudah mengeceknya, dan ternyata si pembeli itu membeli dua liter maka harganya Rp 30.000. Dan untuk harga BBM jenis Pertamax di Pertamina Rp.9.200 per liter,” terangnya.
Lutfi mengatakan malam mini (Rabu malam) sudah ada pasokan BBM ke Haltim sehingga tidak akan terjadi kelangkaan lagi. “Malam mini beberapa APMS di Kota Maba sudah ada pasokan BBM, diantaranya di pangkalan pak Aco dan Maba Sangaji. Jadi tidak akan terjadi kelangkaan lagi,” pungkasnya, (RH-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!