Ternate, Maluku Utara- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternte dinilai tebang pilih dalam melakukan pengawasan atau penertiban area pasar mengakibatkan ketidakpuasan penjual rempah-rempah yang melakukan demo pada Rabu kemarin (01/09/2021) di kantor Wali Kota.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu saat diwawancarai Haliyora, Kamis (/2/9/21).
Ibu-ibu pedagang rempah-rempah itu merasa Pemkot (Disperindakkop) pilih kasih dalam penertiban penjual di pasar Higienis. Pasalnya, ada sebagian pedagang yang berjualan di luar gedung pasar tidak dipindahkan ke dalam. “Makanya mereka demo itu. Saya sempat ke lokasi dan melihat langsung. Komisi II sudah sepakat akan tinjau langsung ke pasar dalam waktu dekat ini, supaya ditertibkan ulang,” ungkapnya.
Dikatakan, Komisi II ingin mengetahui motif apa saja sehingga sebagian penjual dipindahkan sementara yang lain tidak, padahal mereka berjualan di area yang sama. “Kan bisa jadi ada pihak ynag melindungi atau pedagang sendiri yang enggan pindah. Itu yang ingin kita ketahui,” tandasnya.
“Saya berharap penataan penjual itu disamaratakan, jangan sebagian dipindahkan dan sebagian dibiarkan. Petugas harus bekerja sesuai regulasi. Jangan pilih kasih seperti dikeluhkan ibu-ibu kemarin. Kami mau minta keterangan dan penjelasan dari pengelola pasar,” pungkasnya. (Wan-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!