Aksi Bupati Halsel Saat Sidak, Dua Kepsek, Camat dan Kapus Langsung Dicopot

Halsel, Maluku Utara- Bupati Halsel Usman Sidik inspeksi mendadak di Kantor Camat, Puskesmas, dan Sekolah di Desa Palamea, Kecamatan Kasiruta Barat, Jum’at (20/08/2021).

Tiba di Palamea sekitar pukul 11.22 WIT Bupati langsung bergerak cepat datangi Kantor Camat, Sekolah dan Puskesmas untuk memastikan aktifitas pelayanan kepada masyarakat

Di Kantor Camat, Bupati mendapati camatnya tidak berada di kantornya. Beberapa pegawai yang ditanya mengatakan Camat tidak masuk kantor. Begitu pula di Puskesmas dan Sekolah. Kepala Puskesmas Fahri Assagaf dan Kepala Sekolah SD, Asrul Gapang dan Kepala Sekolah SMP 67 Halse,l Haris Rahmat juga tidak ditemui di sekolahnya masing-masing.

Kepada Bupati, warga masyarakat Palamea mengadukan bahwa Camat, Kepala Puskesmas maupun Kepala Sekolah tidak pernah bertugas.

Mendapati kenyataan seperti itu, ditambah aduan warga setempat, Bupati terlihat sangat gusar, sehingga langsung memerintahkan Kadis Pendidikan Halsel, Safiun Rajulan yang ikut sidak Bupati untuk mencopot para kepala sekolah yang disambanginya itu dari jabatan mereka. Bupati juga akan mencopot jabatan camat.

“Kepala sekolah SD dan SMP itu dicopot jabatannya hari ini juga. Camat dan Kepala Puskesmas juga harus dicopot jabatannya. Untuk urusan terkait pelayanan masyarakat ini saya sangat tegas dan tidak pandang bulu. Siapa saja yang tidak melakukan tugas yang diamanahkan dengan baik pasti saya ganti,” tandas Usman.

BACA JUGA  Soroti Sengketa Pilkades, Praktisi Hukum Sebut Mantan Kadis PMD Halsel 'Dungu'

Selain dicopot dari jabatan mereka, Bupati juga meminta Kadis Pendidikan dan Kabid GTK untuk menahan gaji dua kepala sekolah tersebut. “Bila perlu gaji mereka ditahan,“ perintah Bupati.

Kepada warga, Usman meminta agar masyarakat setempat ikut mengawasi aktifitas camat, Kepala Puskesmas dan Kepala Sekolah, juga para pegawainya. ”Kalau pimpinan dan pegawainya tinggalkan tugas berbulan-bulan langsung laporkan ke saya,” ujar  Bupati tegas.

Sementara salah seorang pegawai PTT kantor camat bernama Rasmi Abas kepada Haliyora mengatakan, pegawai di Kantor Camat Kasiruta Barat sangat kurang, hanya sembilan orang tambah Camat. Itupun hanya camat yang berstatus PNS, sedangkan sembilan stafnya lima orang PTT dan empat orang tenaga honor. “Jadi yang PNS hanya pak Camat,” ujarnya.

BACA JUGA  Utang Warisan, Bupati Usman Curigai DPRD

Rasmi juga mengaku dirinya sudah menjadi pegawai PTT di Kantor Camat sejak 2007 hingga sekarang. “Jadi kurang lebih sudah 14 tahun. “Dulu di masa pak Halifat Wahid jadi camat di sini, itu beliau sangat perhatikan kantor, walaupun PNS hanya paitua. Bapak Halifat orangnya loyal dan memperhatikan pelayanan masyarakat. Kalau camat yang sekarang ini tidak pernah masuk kantor sehingga kami belum kenal bahkan nama beliau pun kami tidak tau,” terangnya. 

Terpisah, Amin Limatahu, warga Desa Palamea yang ditemui Haliyora mengatakan, Kepala Sekolah SD maupun SMP jarang terlihat beraktifitas di sekolahnya.

Dikatakan, mereka tinggalkan tugas berbulan-bulan. Mereka hanya datang bertugas saat semester atau ujian, setelah itu kabur lagi. “Kepala sekolah SD dan SMP itu punya penyakit yang sama yaitu malas. Dorang masuk sekolah kalau waktu semester dan ujian saja, setelah itu kabur lagi. “Ijazah lulusan siswa tahun kemarin pun belum diterima hingga sekarang, bahkan sudah beberapa bulan terakhir ini tidak ada aktifitas belajar mengajar,” ungkap Amin. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah