Ternate, Maluku Utara- Program 100 kerja Wali Kota Ternate berakhir hari ini, Selasa (03/08/2021). Muncul berbagai penilaian terkait progres pelaksanaan program 100 hari kerja Tauhid-Jasri. Penilaian datang dari sejumlah kalangan, mulai dari politisi maupun akademisi.
Salah satunya akademisi Unkhair Ternate, Dr. Mohtar Adam. Dia mengatakan, program pemerintah tidak bisa diukur dalam 100 hari kerja. Program 100 hari kerja juga tidak ada dalam skim pemerintah sehingga tidak ada laporan pertanggungjawabannya.
Istilah program 100 hari kerja, kata Mohtar, muncul dalam model pemerintahan Amerika untuk percepatan.
Terkait lima program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate, menurut Mohtar belum efektif.
Ia mencontohkan, Penanganan Covid-19 misalnya, Pemkot telah mengeluarkan maklumat, namun pada tingkat eksekusi belum jalan. “Karena ada problem tenaga medis terkait ketersediaan APD belum terurai. Pemanfaatan dana tak terduga untuk spen terhadap penanganan Covid juga belum efektif,” kata Mochtar.
Di sektor pemulihan ekonomi, lanjut Mochtar, kenaikannya tidak terlalu besar, bahkan cenderung tidak bergerak. “Penurunan pendapatan masyarakat kan sudah terjadi akibat Pandemi Covid-19,” terangnya.
Selain itu, akademisi yang akrab disapa Ota itu mengatakan, pembenahan pasar untuk efektif dan efesien juga penting dilakukan. “Seperti pasar Gamalama, Bastiong dan Dufa-dufa,” tutur Ota.
Sementara program penanganan air bersih dan sampah menurut dosen ekonomi Unkhair Ternate itu nyaris sedikit terurai. Ada problem besar tata kelola organisasi pada pengelolaan air bersih, dimana restrukturisasi organisasi pengelola air bersih belum efektif, sementara masalah sampah juga perlu ditata menejemennya secara baik.
Program berikut yang juga disorot Ota adalah program Kota Inklusif bagi Penyandang Disabilitas.
Menurutnya, untuk orang berkebutuhan khusus tersebut belum ada gerakan apa-apa, belum ada porsi yang keluar, skemanya belum keluar. “Maka menurut saya, lima program tersebut sejauh ini tidaklah efektif, karena problem utamanya adalah konsolidasi organisasinya,” pungkas Ota. (Ichal-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!