Distan Ternate Periksa Hewan Kurban, yang Betina Dikembalikan

Ternate, Maluku Utara- Menjelang hari raya Idul Adha 1442 H, Dinas Pertanian Kota Ternate mulai melakukan pemeriksaan hewan kurban, dengan membentuk tim untuk memeriksa  kelayakan hewan-hewan yang bakal disembelih di seluruh masjid se-kota Ternate.

Itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Ternate, Thamrin Marsaoly kepada wartawan, Jum’at (16/07).

Pemeriksaan kelayakan hewan kurban rutin dilakukan setiap tahun jelang Idul Adha. Tahun ini saya bagi lima tim untuk memeriksa kelayakan hewan yang mau disembelih. Besok mereka mulai menyebar ke suluruh masjid dalam Kota Tenate ini untuk melaksanakan tugas itu,” kata Tamrin.

Dijelaskan, ada sejumlah kriteria yang harus diperiksa, yakni hewan kurban harus sudah dewasa (usia di atas satu tahun), kondisi fisiknya sehat dalam arti tidak ada penyakit dan kulit hewan tidak bisa luka, dan harus jantan, tidak boleh betina. Itu petunjuk agama,” terangnya.

BACA JUGA  Pemkab Halbar Sediakan 70 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha

Dikatakan, jika ditemukan ada hewan tidak layak untuk kurban sesuai kriteria yang ditetapkan, maka tim akan merekomendasikan untuk dikembalikan ke tempat asal pengirim/penjual. “Tim kami akan melihat, kalau memang tidak layak nanti akan kami berikan rekomendasi untuk kembalikan hewan tersebut ke tempat asal pengiriman/penjual,” ujarnya.

Tamrin juga menyampaikan, ada beberapa pintu masuk di Kota Ternate yang akan dijaga petugas, yakni Kelurahan Sangaji, Dufa-Dufa, Gamalama, dan dua titik di Bastiong. “Hewan-hewan ini kan masuk harus melewati karantina dan tim kami bertugas mengecek kelayakan hewan-hewan itu juga,” ucapnya.

Sejauh ini, kata dia, kurang lebih 1000 ekor Sapi yang dimasukkan ke Kota Ternate, baik untuk hewan kurban maupun konsumsi masyarakat sehari-hari.

BACA JUGA  Kasus Pembunuhan Nenek Asi Morotai Disidangkan Besok

“Sudah masuk hari ketiga ini jumlah Sapi yang masuk kurang lebih 1000 ekor, dan itu bukan cuma hewan untuk kurban tapi ada juga untuk konsumsi masyarakat sehari-hari. Tim kami juga belum menemukan masalah terkait kondisi hewan-hewan tersebut,” ungkap Tamrin.

Disebutkan, hewan qurban yang masuk ke Kota Ternate, paling banyak berasal dari Halmahera Barat (Halbar), Halmahera Utara (Halut) dan Kota Tidore kepulauan (Tikep). “Biasanya Pasokan hewan kurban dari Taliabu juga banyak, tapi tahun ini mereka jual hewan ke luar Maluku Utara, karena harganya lebih tinggi,” tambahnya.

Kadis Pertanian Kota Ternate, Tamrin Marsaoly tak lupa menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, menerapkan protokol kesehatan. “Jangan lupa ikuti protokol kesehatan baik saat melaksanakan penyembelihan hewan qurban maupun saat pembagian daging qurban,” imbuhnya. (Alfian-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah