Ternate, Maluku Utara- Akibat melonjaknya kasus positif covid-19 di Kota Ternate sehingga proses pembelajaran tatap muka dihentikan dan digantikan dengan belajar mengajar secara daring. Meski begitu, ada muncul masalah lain tak kalah pelik, yakni masalah paket data internet.
Itu menurut Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Fahri Bachtiar saat dihubungi Haliyora, Rabu (14/07/2021).
Kata Fahri, kebijakan menutup belajar mengajar tatap muka itu memang perlu dalam situasi pandemi Covid-19 di Kota Ternate sekarang ini. Namun Pemkot juga harus memfasilitasi paket data internet bagi siswa kategori ekonomi menengah ke bawah, kalau diterapkan sistim belajar mengajar secara daring.
Fachri menegaskan, mau tidak mau, siap tidak siap, Pemkot harus memperhatikan siswa-siswi untuk memfasilitasi pulsa atau paket data dalam proses belajar daring. Kalau masalah ini tidak diperhatikan maka mereka belajar tidak efektif, sehingga berdampak proses pendidikan mereka.
“Memang kita tidak menginginkan proses belajar daring ini berkepanjangan, hanya saja para siswa yang ekonomi orang tuanya kategori menengah ke bawah harus dibantu pemerintah untuk menyediakan paket data, kalau tidak mereka pasti tidak dapat mengikuti proses belajar secara daring dengan baik,” imbuh Fachri.
Terkait pengadaan pulsa data untuk siswa tersebut, Fachri menyarankan agar digunakan dans Bos Daerah (BOSDA). ”Kalau memang fasiltasi pulsa data untuk siswa itu bisa dianggarkan melalui dana Bosda maka pemerintah harus memikirkan dana Bosda tersebut. Walapun dana Bosda sering terlambat atau sering dipangkas. Tapi karena situasi sekarang sangat dibutuhkan maka perlu dipikirkan dan secepatnya dicairkan,” pungkasnya. (Wan-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!