Halsel, Haliyora
Oknum Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), diduga menjadi dalang dari aksi kelompok masyarakat yang berujung pemalangan Kantor Desa Mano Kecamatan Obi Selatan, Empat Bulan lalu.
Kepala Desa (Kades) Mano Fahrudin Lamaca mengatakan bahwa akibat pemalangan kantor desa empat bulan lalu, hingga saat ini aktifitas pelayanan Pemerintah desa Mano dipusatkan di Rumah pribadinya.
Menurut Fahrudin, Oknum Anggota DPRD dari Partai Demokrat, Adiman Marhaba, merupakan otak penggerak yang ikut memprovokasi masayarakat untuk melakukan demonstrasi hingga terjadi pemalangan kantor desa.
“Saya tidak punya bukti terkait keterlibatan oknum Anggota DPRD, namun ada Indikasi dia terlibat mendukung masyarakat palang kantor,” kata Fahrudin saat ditemui Haliyora.id di desa Kupal Kecamatan Bacan Selatan, Minggu (11/10).
Lanjut Fahrudin, Ini dipicu dari konflik Pilkades 2018 lalu dimana adik dari Oknum Anggota DPRD ini kalah bertarung dalam pilkades. Olehnya itu, kelompok rival tersebut selalu melakukan protes setiap kebijakan Pemdes yang dipimpinnya.
“informasi awal, saya dapat dari Badan Syara dan Anggota BPD Desa Mano, bahwa ada oknum Anggota DPRD yang juga ikut terlibat dalam mendukung gerakan demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat, dengan isu gantikan kepala Desa,” terangnya.
Dia mengaku, kasus tersebut pernah dibawa ke DPRD untuk dimediasi, selain itu juga Dia (Kades) pernah berkonsultasi dengan pihak Polsek Obi Selatan. Akan tetapi hingga saat ini, kelompok masyarakat yang melakukan aksi tersebut selalu menghalangi setiap upaya Pemdes untuk membuka palang di Kantor desa itu
Terpisah, Anggota DPRD Halsel, Fraksi Demokrat, Adiman Marhaba Saat dikonfirmasi Haliyora.id melalui telepon, minggu (11/10/20), mengaku, saat ini justru dia sedang melakukan proses pembinaan kepada masyarakat yang melakukan pemalangan kantor desa.
“Sejauh ini, masih berkoordinasi dengan masyarakat sebagai upaya menetralkan masyarakat untuk tidak lagi buat polemik agar proses pemerintahan Desa aktif kembali, namun masyarakat masih ngotot tidak indahkan kantor Desa dibuka,” akunya.
Sayangnya Adiman belum mau berkometar lanjut soal komunikasinya dengan kades Mano terkait penyelesaian kasus tersebut. Dia juga tidak memberi respon apa-apa terkait pernyataan kades atas dugaan keterlibatannya sebagai otak penggerak demonstrasi itu.
“Saya lagi sibuk sedang diluar daerah ada rapar mendadak,” Alasan Adiman untuk menutupi percakapannya dengan Wartawan media ini. (Asbar-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!