Sofifi, Haliyora
Kecelakaan kapal KM. Karya Indah di kepulauan Sula mendapat sorotan dari berbagai pihak, lantaran ditemukan banyak penumpang tidak tercatat dalam manifest.
Ketua DPRD Maluku Utara, Kuntu Daud bahkan menduga ada calo dalam kapal. Kuntu juga menyoroti kinerja Syahbandar dan KSOP. Ia menyebut pihak Syahbandar dan KSOP lalai, karena kapal tersebut diduga tidak memiliki izin trayek antara Kabupaten/Kota.
“Kalu ada penumpang yang tidak punya tiket tapi bisa naik ke kapal berarti ada calonya. Apalagi Kadis Perhubungan Malut mensinyalir KM. Karya Indah diduga tidak miliki izin trayek antar kabupaten/kota. Ini kelalaian pihak Syahbandar dan KSOP yang mengizinkan pelayaran kapal itu,” tandas Kuntu, saat dihubungi Haliyora via telpon, Minggu (30/05/2021).
Disebutkan, penumpang yang terdaftar di manifes sebanyak 181 orang, sedangkan dalam pemeriksaan ulang saat semua penumpang dievakuasi di pelabuhan Sanana, terdapat penumpang sebanyak 275 orang termasuk crew. Ada 79 penumpang yang tidak terdaftar dalam manifest. “Ini perlu mendapat perhatian serius oleh pihak Syahbandar dan KSOP,” tandas Kuntu.
Kuntu meminta instansi terkait turun langsung menertibkan masalah-masalah berkaitan dengan pelayaran kapal penumpang tersebut agar tidak terjadi lagi peristiwa tersebut.
“Saya harap instansi terkait, terutama pihak Syahbandar dan KSOP segera tertibkan masalah-masalah operasi kapal penumpang itu agar ke depan tidak terulang lagi kejadian semacam itu,” imbuhnya. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!