Dampak Gempa, 18 Pasien Jalani Perawatan di Tenda Darurat Termasuk Ibu Hamil

kondisi pasien di tenda darurat Rumah sakit Labuha

Halsel, Haliyora

Gempa bumi berkekuatan 5,2 SR mengguncang kota Labuha Kabupaten Halmahera Selatan dan sekitarnya, Jum’at  (26/02/2021), sekitar Pukul 20:02 WIT.

Bacaan Lainnya

Beberapa jam kemudian terjadi gempa susulan  berkekuatan 3,7 SR. Gempa kembali terjadi pada pukul 05;25 WIT namun tidak sekuat pertama dan kedua.

Hal itu membuat warga Ibukota Bacan panik dan keluar rumah. Sepanjang malam hingga pagi hari warga tak berani masuk ke rumah. Mereka memilih berada di luar rumah.

Pasalnya, beberapa bangunan pemerintah dan sejumlah rumah warga ambruk pada gempa pertama. Termasuk beberapa ruangan di RSUD Labuha juga ikut ambruk, sehingga pasiennya berhamburan keluar.

Pantauan Haliyora pada Sabtu pagi, (27/02/2021), semua pasien dirawat di tenda- tenda darurat di halaman RSUD Labuha.

Kabid Keperawatan RSUD Labuha La Ode Emi SST, saat diwawancarau Haliyora, Sabtu pagi menuturkan, pasien terpaksa dievakuasi ke tenda darurat lantaran sejumlah ruangan RSUD ambruk termasuk Ruang IGD.

“Para pasien masih trauma meski gempa sudah berhenti,” ungkapnya.

Katanya, hampir semua dinding RSUD retak. Untuk memastikan apakah ruangan RSUD masih layak dipakai atau tidak, pihaknya masih menunggu penilaian dinas PUPR setempat.

“Kami masih menunggu penilaian dari Dinas PUPR apakah ruangan RSUD masih layak ditempati atau tidak,” ujarnya.

Meski begitu sambung memet, pelayanan terhadap pasien terus dilakukan. Ia menyebut saat ini ada 18 pasien sedang dirawat intensif di tenda yang  disiapkan TNI/Polri dan BPBD Halsel.

“Pagi ini ada pasien yang mau melahirkan, semoga proses persalinannya berjalan lancar dan aman sekalipun di dalam tenda, ungkapnya,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah via Whatsaap, Kadis BPBD Halsel, Abukarim Latara mengatakan Jum’at malam hingga Sabtu pagi, ia bersama tim BPBD masih melakukan pendataan kerusakan bangunan dan rumah warga.

Abukarim menyebut hingga saat ini pihaknya mencatat ada kerusakan sejumlah rumah warga dan gedung pemerintah, termasuk ruangan di kator DPRD dan RUSD Labuha.

“Kita catat jumlah bangunan dan rumah warga yang rusak kemudian menaksir berapa nilai kerugiannya,” ucap Abukarim.

Ia menambahkan belum ada laporan korban jiwa akibat gempa 5,2 SR Jum’at malam. “Alhamdulillah, sejauh ini belum ada laporan adanya korban jiwa. Mudah-mudahan tidak ada,” harapnya. (Asbar-1)

Pos terkait