Halsel, Haliyora
Sebanyak 26 siswa Madrasah Tsanawiyah swasta, Nursyafaat Al-Farabi Desa Koititi, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan meradang akibat pemotongan uang Program Indonesia Pintar (PIP).
Pemotongan uang PIP ditengarai dilakukan Kepala Sekolah MTS, Faujia Ruslan bersama Ketua Yayasan Al-Farabi, Ruslan Konoras yang tak lain ayah kandung Faujia.
Dugaan pemotongan uang PIP tersebut terkuak setelah adanya keluhan orang tua siswa penerima PIP.
Atas keluhan orang tua siswa tersebut, wakil ketua Yayasan Alfarabi Koititi, Marus menjelaskan bahwa pihaknya sudah membayar seluruh uang PIP kepada 26 siswa penerima sesuai nominalnya yakni Rp 1 juta per orang.
“Setiap siswa dapat uang PIP Rp 1 juta dan saya sudah bayar semua sesuai nominalnya. Saya sendiri yang serahkan langsung, pada Senin, 8 Februari 2021, namun belakangan saya dengar keluhan orang tua siswa bawa anak-anak mereka melaporkan ada pemotongan sebesar Rp 800.000 per siswa,” ungkap Marus, saat dikonfirmasi Haliyora via telpon, Rabu (10/02/2021).
Marus mengaku setelah mencari tau informasi pemotongan uang PIP tersebut, ternyata benar, dan itu atas kebijakan ketua Yayasan Ruslan Konoras.
Padahal, lanjut Marus, keputusan rapat yayasan dan Kepsek tidak ada pemotongan.
”Mengapa ketua Yayasan mengambil kebijakan sendiri tidak sesuai keputusan rapat. Saya sudah berkordinasi dan ternyata uang siswa dipotong oleh ketua yayasan Ruslan Konoras, entah alasan apa , saya juga tidak tau,” ungkapnya.
Sementara ketika dikonfirmasi lewat telpon, pada Rabu (10/02/2021), baik Kepala Sekolah MTS Nursyafa dan ketua Yayasan Alfarabi tidak menjawab panggilan telpon hingga berita ini dipublis. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!