Hubungan Intim Tanpa Orgasme, Haruskah Mandi Wajib ?

Haliyora

Mandi junub diwajibkan bagi setiap orang islam baik laki-laki maupun perempuan (suami/istri) setelah berhubungan intim.

Dengan mandi junub, maka diri setiap orang muslim kembali suci, selanjutnya menjalankan kewajiban ibadah seperti sholat, baca al quran, puasa menjadi sah.

Pertanyaan kemudian, bagaimana jika hubungan intim yang dilakukan tapi tidak sampai keluar sperma baik laki-laki maupun perempuan (Orgasme), apakah juga diwajibkan harus mandi junub ?.

Sebagai kaum muslimin harus memahami dan mengetahui perkara yang diwajibkan harus mandi atau cukup berwudhu saja.

Dalam perkara hubungan intim ditandai dengan masuknya hasyafah (penis) ke dalam farji (vagina) meskipun hanya kepala saja atau bagian yang disunat.

BACA JUGA  Kadikbud Morotai Larang Sanksi Siswa yang Tak Mau Divaksin

Jadi hubungan intim tak berarti harus ditandai dengan keluarnya sperma atau ejakulasi ( capai puncak), tapi seperti digambarkan diatas, sekalipun masuknya hasyafah ke farji hanya sebentar, itu sudah termasuk ‘ijma (huhungan intim).

Atas perkara ini, seperti termaktub dalam kitab fikih sunnah wanita, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a ;  “Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Saw, tentang orang yang bersetubuh dengan istrinya namun tidak keluar air mani, apakah ia harus mandi wajib ?. Saat itu, Aisyah yang sedang duduk di dekat nabi Muhammad saw mendengar pertanyaan itu, Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya aku juga pernah mengalaminya dan kami mandi wajib.” (HR. Muslim).

BACA JUGA  Pembangunan Gedung DPRD Taliabu Terancam Tak Tuntas Tahun Ini

Hadits ini merupakan hadits yang menjadi dasar pendapat jumhur ulama. Dijelaskan, apabila ujung kemaluan laki-laki sudah masuk ke liang kemaluan perempuan, maka keduanya wajib untuk mandi wajib, baik spermanya keluar (ejakulasi) atau tidak.

Terkait dengan ini, imam Nawawi berkata, dahulu para ulama memang sempat berselisih pendapat. Namun sekarang ini perbedaan tersebut tak ada lagi, dan telah ada kesepakatan para ulama terkait hal ini.

Perlu juga menjadi perhatian, jika ujung kemaluan laki-laki menyentuh kemaluan istrinya, namun tak sampai masuk ke dalamnya, maka keduanya tidak harus mandi wajib, terkecuali keluar sperma. Wasaalam (Haliyora).

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah