Morotai, Haliyora
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium yang terjadi empat hari belakangan di penghujung tahun 2020 di Kabupaten Pulau Morotai mengundang perhatian warga. Menurut warga, kelangkaan kali ini yang paling lama selama ini.
Penyebabnya, terjadi keterlambatan pembongkaran BBM di pelabuhan. Selain itu di sejumlah depot maupun warung juga tidak menjual BBM. Jika depot atau warung menjual pun dengan harga mahal.
Dalam pantauan Haliyora, sejak Jumat (25/12/2020) hingga minggu (27/12/2020) kemarin. Pada siang hari Agen Premium Minyak Solar (APMS) di Pulau Morotai tidak membuka pelayanan penjualan BBM. Namun, di sore hari hingga malam, mereka membuka APMS sehingga terjadi antrean panjang.
“Siang ini torang lakukan antri BBM di premium, antri terpanjang dalam sejarah di Morotai, karena sebelumnya ada yang antri sampai di depan kantor DPRD,” ungkap Sudin, salah satu pengendara sepeda motor kepada Haliyora, Senin (28/12/2020)
Menurutnya, kelangkaan BBM ini harus ditelusuri, sebab, kelangkaan ini dianggap cukup parah.
”Masalahnya ini akhir tahun, masyarakat juga banyak melakukan aktifitas, seharusnya harus diantisipasi sedini mungkin oleh pihak terkait,” ujarnya
Sementara, Oce, salah satu warga yang tinggal di Morotai Jaya (Morja), sementara berada di Daruba mengaku kesal lantaran tidak bisa ke Morja, karena tidak ada BBM..
”Torang mau natal di Morja, tapi Bensin kosong terpaksa harus menunggu dan antri berjam-jam di SPBU,” Katanya dengan nada kesal.
Ia meminta diakhir tahun ini, APMS tetap melayani kebutuhan masyarakat terkait dengan BBM. Karena jika tidak, aktifitas bisa lumpuh lantaran masalah tersebut. “Kami minta harus stay, biar masyarakat bisa menjalankan aktifitas dengan normal,” pintanya.
Sementara, Pengawas APMS Pulau Morotai Yusmal Hazarah kepada Haliyora, mengatakan bahwa kelangkaan BBM itu disebabkan karena keterlambatan pembongkaran minyak saja. Sebenarnya, minyak masuk itu sejak hari kamis (24/12/2020) pada pukul 00:00 WIT atau jam 12 malam. Cuma karena ada kapal yang lain berlabuh di pelabuhan, akhirnya kapal minyak juga belum bisa masuk, makanya pembongkaran juga ditunda. Nanti di jam 09:00 WIT, Jum’at (25/12/2020) baru di bongkar.
Menurutnya, untuk minyak yang masuk itu sekitar 40 ton, kuota untuk satu bulan 120 ton.
Dia beralasan, keterlambatan yang sering terjadi penyebabnya kenapa Morotai belum memiliki SPBU, masih menggunakan APMS jenis SPBU. Sehingga, BBM juga terlambat. Sementara tempat APMS juga baru satu di pusat kota.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pengusulan untuk penambahan APMS lagi, hanya saja hingga saat ini tak terwujud.
“Olehnya itu, saya berharap pemda agar mengambil langkah untuk penambahan APMS atau bila perlu SPBU di Pulau Morotai lagi, kalau cuma satu kan agak terlambat, apalagi morotai makin hari makin tamba banyak kendaraannya, jadi harus secepat diadakan SPBU,” harapnya. (Tir-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!