Ternate, Haliyora
Pemerintah Kota Ternate kembali lakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat Hiri.
Pertemuan tersebut digelar pada, Senin (07/12/2020) di kantor walikota Ternate. Pihak masyarakat diwakili Aliansi Masyarakat Pulau Hiri (AMPUH), sementara sekot Ternate mewakili Pempkot Ternate.
Sekretaris Kota Ternate, Jusuf Sunya saat diwawancarai mengatakan pertemun dengan masyarakat Hiri itu sebagai tindak lanjut pertemuan pertama beberapa waktu lalu. Masalah yang dibicarakan pun masih sama, yakni tentang pembangunan dermaga Hiri.
Namun kali ini materi utama yang dibicarakan adalah pembangunan pemecah ombak (breakwater) di Pelabuhan Penyeberangan Ternate-Hiri itu.
“Jadi tadi (kemarin, red) itu mereka (AMPUH) datang silaturahmi untuk bicarakan tuntutan masyarakat Pulau Hiri beberapa waktu lalu terkait pembangunan dermaga penyeberangan Ternate-Hiri. Yang kita bicarakan tadi adalah pembangunan pemecah ombak (breakwater) di Pelabuhan Penyeberangan Ternate-Hiri itu,” ungkap Sekda Kota Ternate Jusuf Sunya, usai pertemuan.
Masyarakat Hiri sendiri menghendaki pembangunan pelabuhan penyeberangan Ternate-Hiri secepatnya diselesaikan dan pekejaan sesuai perencanaan yang sudah disetujui DPRD.
Sekot menjelasakan, dalam pertemuan itu kedua pihak sudah menemukan kesamaan antara tuntutan percepatan dan masalah-masalah tekhnis keuangan yang harus diselesaikan.
“Dalam beranggaran kan ada mekanisme dan tahapan yang harus dilalui. Jadi tadi ada usulan-usulan. Kami juga meminta masukan-masukan dan kontribusi pemikiran-pemikiran dari masyarakat dalam aspek perencanaan,” jelasnya Jusuf.
Jusuf menambahkan anggaran pembangunan penangkal ombak dermaga Hiri ini sudah dianggarkan pada APBD 2021, jadi tidak lagi menjadi masalah.
“Sekarang pemecahan ombak ini menjadi kunci sehingga kalau ini sudah dibangun maka 80 persen tuntutan masyarakat sebenarnya sudah terjawab,” terangnya. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!