Morotai, Haliyora
Talud penahan omak di desa Totodoku, kecamatan Morotai Selatan dibobol hantaman ombak sekitar 50 meter. Kerusakan itu terjadi sejak Oktober 2020 lalu.
Pantauan Haliyora, Kamis (19/11/2020), sebuah jembatan tambatan perahu tak dapat dilewati lagi. Pasalnya, bagian beton penyambung jembatan berbahan papan itu sudah rusak membentuk lubang besar yang menganga.
Selain jembatan, salah satu rumah warga bernama Irfan Daiyan ikut terdampak. Terlihat dinding bagian belakang sudah retak dan terancam roboh.
Menurut warga setempat, kerusakan talud terjadi dua hari lalu, saat ombak besar menghantam.
“Kerusakan jembatan ini sekitar dua hari lalu karena dihantam ombak besar,” kata Firjin, salah satu warga setempat.
Rusaknya Talud juga menyebabkan abrasi yang dapat mengancam warga yang bermukim di pesisir pantai desa itu.
Terpisah, Irfan, pemilik rumah yang terdampak abrasi mengaku bahwa bupati Morotai Beny Laos pernah berjanji akan merelokasi pemukiman di pesisir pantai tersebut, dengan alasan lokasi tersebut akan dijadikan taman terbuka hijau, namun belum terealisasi.
“Dulu waktu jembatan ini dibangun, saat Bupati tinjau pembangunan jembatan, paitua bilang tong di sekitar pelabuhan sini akan kase pindah karena mo bikin pelabaran untuk taman hijau.
“Kalau mau dipindahkan harusnya dari sekarang dan kami siap, tapi kalau belum, lalu apa solusinya dengan keadaan sekarang ini. Sebab kalau tong pe rumah so rubu, tong mau tinggal dimana,” keluh Irfan saat ditemui Haliyora, Jum’at (20/11/2020).
Sementara ketika dikonfirmasi haliyora, pada Jum’at (20/11/2020), terkait kerusakan talud tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pulau Morotai, Abubakar A Rajak mengatakan, Talud tersebut akan segera diperbaiki oleh Badan Saumber Daya Air (SDA) Kementrian PUPR. “Akan diperbaiki oleh Balai SDA,” singkat Abubakar.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai, Abjan Sofyan, saat dihubungi mengatakan banyak rumah yang terdampak abrasi pantai, maka kedepan Pemda tidak lagi memberikan izin untuk pembangunan rumah di pesisir pantai.
“Rumah-rumah sudah tidak bisa lagi dibangun dipesisir. Untuk kerusakan yang ada sekarang, kita sudah usulkan untuk dicarikan, solusinya tergantung anggaran,” ujar Abjan. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!