Inspektorat Taliabu Dinilai Lambat Tindaklajuti Dugaan Korupsi Dana Desa Losseng

Bobong, Haliyora

Warga masyarakat kecamatan Taliabu Timur Selatan menilai Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu terkesan sengaja melindungi kepala desa Loseng Harnono La Yai dari dugaan  korupsi anggaran DD dan ADD.

Hal ini disampaikan ketua Pemuda Desa Loseng kecamatan, Ajid Tidore pada Haliyora via telepon, Selasa (10/11/2020) .

Ajid mengatakan bahwa dugaan kasus korupsi anggaran DD dan ADD desa loseng tahun 2017-2018 dan tahap satu 2019 yang melibatkan kepala desa Loseng, Harnono La Yai itu telah memakan waktu yang cukup lama, dan hingga saat ini belum juga ada kejelasan terkait hasil audit.

“Kami sebagai warga desa Loseng patut curigai kalau pemerintah daerah dalam hal ini kepala inspektorat, Gesberd Tani sengaja  melindungi,” ungkapnya.

BACA JUGA  Terungkap, Sejumlah Kades di Taliabu Akui Diberikan Dana Masing-Masing Rp 20 Juta Oleh Tersangka Kasus DD

Ajid menerangkan anggaran DD dan ADD diduga digelapkan kades, ini berdasarkatan hasil audit inspektorat Kabupaten Pulau Taliabu Tahun 2019.

“Sudah diaudit inspektorat sejak 2019, tapi hasil audit tidak diserahkan ke penyidik reskrim polres kepulauan Sula.

”Makanya kami pertanyakan  ada apa dan mengapa kong sampai hari ini hasil audit itu belum juga diserahkan, padahal beberapa waktu lalu kita baca di beberapa media, pihak inspektorat bilang hasil audit itu sudah ada tinggal diserahkan ke penyidik tapi faktanya sampai hari ini belum juga di serahkan,” ujarnya.

BACA JUGA  LSM di Halsel Ini Laporkan DD Wayamiga Modus Jiblak Tanda Tangan Warga

Terpisah, Kepala Inspektorat Kabupaten Pulau Taliabu, Gesberd Tani saat di konfirmasi mengaku tim audit  sudah selesai mengaudit anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Loseng yang diduga dikorup kepala desa setempat, namun hasilnya belum ditandatangani, lantaran dirinya sementara berada di Ternate dalam rangka mengikuti kegiatan KPK.

“Hasil audit sudah ada, tim sudah selesai audit, hanya saja sekarang saya ada menghadiri kegiatan bersama KPK di Ternate ini, jadi hasil itu juga saya belum sempat tanda tangan, nanti saya bale baru saya tanda tangan kemudian diserahkan ke penyidik,” ungkap Gesberd Tani via Whatsap, Selasa (10/11/2020). (Ham-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah