Di Morotai, Harga Barito Naik, Pendapatan Pedagang Menurun

Morotai, Haliyora

Para pedagang pasar rakyat di Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai terlihat menaikkan harga Bawang, Rica dan Tomat (Barito). Alasan pedagang, kenaikkan harga tersebut karena adanya Pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Onggo (49) Salah satu pedagang di pasar rakyat itu membenarkan bahwa harga bawang, rica dan tomat (Barito) ikut naik dengan adanya Pandemi Covid-19.

“Harga rica alus saja, dulu dan sekarang sudah berbeda harga, kalau dulu 1 cupa hanya Rp 5.000, Sekarang sudah Rp 10.000. Kalau rica nona 1 cupa harganya Rp 7.000, untuk sekarang harganya Rp 12.000 per cupa. Kalau dalam hitungan kilo rica nona dulu Rp 30.000-40.000 Perkilo, dengan harga yang sekarang Rp 50.000-60.000 Perkilo,” kata Onggo, Perempuan paruh baya dari desa Yayasan Kecamatan Morotai Selatan, saat diwawancarai Haliyora di pasar rakyat, Sabtu (31/10/20).

Ia menambahkan kalau untuk rica besar dulu hanya Rp 45.000 Perkilo, sekarang Rp 60.000-70.000 Perkilo. Bahkan harga tomat juga sudah naik tinggi, kalau dulu Rp 5.000, sekarang Rp 10.000-20.000 perkilo.

“Soalnya kalau tomat di dibo-dibo atau di agen mereka jual Rp 15.000 perkilo, jadi kalau so di torang harganya Rp. 20.000. Begitu pun bawang merah dulu Rp 25.000 perkilo sekarang Rp 50.000-60.000 perkilo,”ungkapnya.

Dia mengaku kenaikkan harga bukanlah hal yang membuat pendapatan pedagang meningkat, malah sebaliknya. Pendapatnya saat ini terbilang menurun dari sebelum Covid-19.

“Sekarang kadang satu hari hanya Rp 200.000-400.000 sampai Rp 600.000, kalau dulu sebelum Covid dan karantina itu, dari sisi pendapatan saya mencapai sampai Rp 700.000-1.000.000 perhari,” terangnya.

Terpisah, Ijan (30), warga Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Timur saat ditemui haliyora di pasar rakyat mengaku, sebagai pembeli sangat terasa dengan adanya kenaikan sembako saat ini. Semenjak adanya Kasus Covid-19 di Morotai, para pedagang pun menaikkan harga barang.

“Semoga pandemi corona ini bisa segera berakhir agar ada penyesuaian harga dengan kondisi masyarakat kita sesuai dengan pendapatan dan penghasilan, terutama bagi masyarakat akar rumput,” harapnya. (Tir-2)

Pos terkait