Sanana, Haliyora
Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Periode 2020-2025, Fifian Adeningsi Mus dan M. Saleh Marasabesy (FAM-SAH) kembali melakukan kampanye putaran kedua di Kecamatan Mangoli Barat dan Kecamatan Mangoli Utara, Selasa, (20/10).
Kampanye berlangsung FAM-SAH disambut antusias semua suku. Warga dari suku Kadai, Suku Buton, Suku Bugis, Suku Jawa, Suku Sumatra, Suku Madura, Suku Gorontalo, dan Suku Sula asli berbondong-bondong menghadiri dan mengeikuti jalannya kampanye hingga tuntas.
Pantauan Haliyora, pada Selasa (20/10/2020) kemarin di lokasi kampanye, calon bupati Sula, Fifian Adeningsi Mus mengatakan dirinya sebagai putera aslidaerah tersebut. Menurut dia, orang Sula, selain harus tau bahasa Sula, juga harus mampu menguasai beberpa bahasa derah suku lain yang sama bermukin di daerah itu. “Itu baru disebut orang Sula,”ujarnya.
“Bibi-bibi da nom-om semua, Eta do Nai (perempuan dan laki-laki), lanjut Ningsi, tidak ada kata lain di Pulau Sulabesi dan di Pulau Mangoli semunya merupakan saudara/saudari saya. Kita harus merebut kemenangan untuk Sula Bahagia. Karena jika Sula bahagia, maka kita semua bisa saling melihat, saling menjaga, saling bertemu, saling menghargai, dan saling tolong-menolong antara satu dengan yang lain,”sambung adik kandung mantan bupati Kepsul Ahmad Hidayat Mu situ.
Tak hanya itu, Calonbupati yang biasa disapa Ningsi itu mengatakan, paslon FAM-SAH adalah paket lengkap yang merupakan keterwakilan semua suku.
Meski demikian ia menandaskan, bahwa masyarakat jangan terpecah karena persoalan suku, karena menurut Nigsi, pulau Sula, Mangoli dan Taliabu adalah satu. Maka menurut dia yang disebut Suaa asli adalah masyarakat diketiga pulau itu.
“Sula tanpa Mangoli tidak akan bisa disebut Sulabesi, dan Sula tanpa Taliabu juga tidak akan bisa disebut HAI SUA BARAKAT. Jadi kita semua adalah orang Susla asli,” tutupnya. (AT-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!