Ternate, Haliyora
Protes pengesahan UU Omnibus Law berlangsung massif hampir di seluruh daerah se-Indonesia.
Di Kota Ternate, pada Kamis, (08/10/2020), ribuan masa dari organisasi mahasiswa dan elemen lain menggelar unjuk rasa di sejumlah titik. Yakni di kantor Walikota Ternate, kantor DPRD, lapangan Salero dan di kampus FKIP Unkhair, Akehuda, Ternate. Unjuk rasa berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Ketika menggelar unjuk rasa, suasana memanas hingga terjadi bentrok antara pendemo dan aparat kepolisian. Aksi bakar ban bekas dan lempar batu mewarnai demo Kamis kemarin. Sejumlah fasilitas publik juga dirusak massa.
Kejadian itu membuat empat ratus lebih gabungan aparat kepolisian Polda Malut dan Polres Ternate mengamankan 28 pengunjuk rasa. Dan didapati lima (5) diantara 28 mahasiswa yang diamankan tersebut reaktif Covid-19.
Hal ini disampaikan Kabid Dokter Kesehatan (Dokkes) Polda Malut, Kombes Pol Subur dalam konfrensi pers yang didampingi Kapolres Ternate di Mapolres Ternate, Jumat (9/10/2020).
“Demo kemarin di Kota Ternate, polisi amankan 28 demonstran, lima (5) orang diantaranya dinyatakan reaktif rapid test,”ungkap Kabid Dokkes Polda Malut, Kombes Pol Subur.
Subur menjelaskan, kelima orang pendemo yang dinyatakan reaktif rapid test tersebut saat ini dipisahkan dengan 23 orang mahasiswa lain yang diamankan di Mapolres Ternate.
“Lima orang yang reaktif itu kita pisahkan tempatnya dengan 23 rekan mereka ,”jelasnya.
Kata Subur, aksi demo penolakan UU Ciptaker di Kota Ternate kemarin tidak mengikuti protokol kesehatan, sehingga ada perndemo yang reaktif, karena pelaksanaan aksi tidak mengacu pada protokol kesehatan termasuk menggunakan masker.
“Kemarin memang kita lihat tidak ada yang pakai masker dan terjadi kerumunan, tidak patuhi protokol kesehatan, makanya ada yang reaktif rapid test.
Disebutkan, lima orang yang reaktif tersebut selanjuatnya diswab untuk mengetahui secara pasti ada bibit virus Corona atau tidak.
“Lima orang yang reaktif itu tadi siang sudah dibawa ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate untuk dilakukan swab test, dan hasilnya nanti diketahui beberapa hari kemudian,” tuturnya.
Ia menambahkan, dalam aksi unjuk rasa tersebut, selain terdapat peserta demo yang reaktif rapid test, juga ada 14 orang tercatat menjadi korban, dengan rincian, delapan mahasiswa, satu wartawati dan lima anggota Polri.
“ada 12 orang mengalami luka karena terkena lemparan batu dan 2 orang lainya terkena gas air mata,” jelasnya.
Juga disampaikan bahwa masa pengunjuk rasa juga merusak sejumlah fasilitas umum (Publik).
Sementara, Kapolres Ternate, AKBP Aditya Laksimada melalui Kasat Reskrim AKP Riki Arinanda menjelaskan, lima orang reaktif rapid test tersebut masih dalam penganganan Polres Ternate dan sementara diamankan di Mapolres Ternate.
Riki menuturkan, ada kemungkinan mereka yang reaktf rapid test itu akan malakukan karantina mandiri di rumah masing-masing dengan jaminan orang tua mereka
“Untuk isolasi, nanti kita lihat, kalau memang harus isolasi mandiri di rumah maka orang tua mereka akan menjadi jaminan,”pungkasnya. (Ata-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!