Tarik Menarik Pembayaran Multiyears, Ini Penjelasan Pemkot Ternate

Ternate, Haliyora

Pembahasan KUA-PPAS antara Komisi III DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pekan lalu terkait sisa pembayaran anggaran Multiyears terpaksa diskorsing sampai batas waku yang tidak ditentukan. Itu lantaran, antara Komisi III dan dinas PUPR memiliki perbedaan terhadap anggaran yang harus dibayarkan kepada pihak ketiga.

Dalam estimasi Komisi III, total sisa pembayaran empat proyek Multiyears sebesar RP 65 miliar lebih, sementara dalam estimasi dinas PUPR sebesar Rp 90 miliar lebih. Selisihnya mencapai Rp 24 miliar lebih.

Yang belum disepakati hingga rapat diskorsing adalah apakah Rp 24 miliar lebih itu nantinya masuk dalam APBD Perubahan tahun 2020 atau diakomudir dalam APBD induk 2021.

BACA JUGA  Pelaku Usaha UMKM di Taliabu Dapat Bantuan dari Pemprov Malut

Ketika dikonfirmasi Haliyora, pada Senin (28/09/2020) terkait sisa pembayaran proyek Multiyears tersebut, Sekretaris Kota Ternate, Jusuf Sunya menjelaskan bahwa pembahasan itu belum final, masih dalam bentuk rancangan. Tetapi pemkot ngotot harus dipercepat agar tidak menjadi beban di tahun depan pada saat masa akhir jabatan Walikota.

“Ini masih bersifat rancangan, Sementara kita lagi menghitung angkanya dan tidak sebesar itu, makanya kita harus menghitung agar diakhir masa jabatan walikota tidak menjadi beban,” ungkapnya.

Lanjut Jusuf, dalam pembahasan KUA-PPAS, PUPR tidak gambarkan angka 90 Miliar. “Ini kan masih bersifat rancangan, belum pengesahan, jadi mungkin nanti kita duduk bersama DPRD lalu membahasnya kembali,”imbuhnya.

BACA JUGA  Pembayaran Multiyears, Ini Keputusan Walikota Ternate

Menurut Jusuf, Rp 24 Miliar yang dipersoalkan itu akan diakomudir dalam APBD induk 2021. “ Kalau kita melihat kalkulasi politik anggaran pasti seperti itu, dan bisa saja 90 Miliar itu tidak sampai di 2021 sudah bisa diterbayar,”sebutnya.

Sebagaimana diketahui, pada rapat Pembahasan KUA-PPAS pekan kemarin antara Komisi III DPRD Kota Ternate dengan Dinas PUPR, salah satu yang alot dalam pembahasan adalah pembayaran empat proyek Multiyers (MY) yakni proyek pembangunan Gamalama Plaza Modern, Reklamasi Salero Dufa-Dufa, Reklamasi pantai Kayu Merah-Kalumata sebelah Utara, dan Reklamasi Pantai Kayu Merah-Kalumata bagian Selatan. (Sam-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah