Ketua DPRD Malut: Kadis Pendidikan Jangan Main Politik

  • Whatsapp

Sofifi, Haliyora.com

Polemik dugaan ijazah palsu yang dialamatkan ke bakal calon bupati Halmahera Selatan Usman Sidik, telah memakan korban. Korbannya adalah Kepala sekolah SMA Muhammadiyah Ternate, Nursany Samaun. Jabatan Nursany dicopot Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Imam Mahdi. Nursany dipecat lantaran membenarkan ijazah Usaman Sidik adalah asli dan sah.

Bacaan Lainnya

Usman Sidik kata Nursany, terdaftar sebagai siswa peserta ujian pada SMA Muhammadiyah pada tahun ajaran 1991-1992 dan dinyatakan lulus.

Nursany mengaku dirinya yang melegalisir ijazah Usman. Hal itu disampaikan Nursani dalam konfrensi pers, pada Minggu (23/08/2020) lalu untuk menjawab polemik ijazah palsu milik Usman.

“Saya yang legalisir ijazahnya pak Usman sesuai kewenangan saya selaku kepala Sekolah. Saya berani melegalisir karena pak Usman membawa ijazah aslinya, dan nama beliau juga tercatat di buku induk 8355. Pak Usman itu tercatat sebagai siswa peserta ujian di SMA Muhammadiyah Ternate Tahun ajaran 1991-1992.”jelas Nursany saat konfrensi pers.

Namun, atas pengakuannnya tersebut ia dicopot dari jabatannya oleh Kadis Dikjar Malut, Imam Mahdy.

Pemecatan Nursany sebagai kepala sekolah mendapat kecaman dari ketua DPRD Maluku Utara, Kuntu Daud. Kadis Dikbud Malut itu dinilai telah bermain politik praktis.

Menurut Kuntu, Kadis harus menerangkan bahwa Kepala Sekolah melanggar aturan apa, pasal berapa.”ini kan menyangkut Kepala sekolah punya nasib, kalau tidak kepala Dinas juga bisa bermasalah,” Imbuhnya, Rabu (26/08/2020).

Lanjut Kuntu, Terlepas dari itu, ini adalah ranah politik, bukan ranah pendidikan. “Jadi biarkan nanti Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan memverifikasi pada tanggal 4 September mendatang saat pendaftaran.

“Yang memverifikasi ijazah palsu atau tidak itu nanti di KPU, karena ini ranah politik bukan urusan pendidikan. “Maka saya ingatkan kepada Kadis Dikbud Maluku Utara untuk jangan bermain dalam ranah politik praktis,”tandas Kuntu. (Andre)

Pos terkait