Ternate, Haliyora.com
Program Percepatan Penanganan Covid-19 cukup menguras dana. Sejak pandemi virus berbahaya ini merebak sejak awal tahun ini, Pemprov Malut tak sedikit gelontorkan dana.
Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD), Bambang Hermawan, hingga Agustus 2020 ini Pemprov Malut sudah habiskan dana sebesar Rp 80,300 Miliar untuk Covid-19.
Pemprov Malut sendiri, kata Bambang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 162,700 Miliar untuk program percepatan penanganan Virus Corona.
“Tadinya 163 Miliar, tapi sekitar Rp 300 juta kita gunakan untuk bantuan bencana banjir di Morotai, jadi sisa Rp 162,700 Miliar. Nah realiasasi untuk Covid-19 melalui Gugus Tugas sampai sekarang sebesar Rp 80,300 Miliar. Masih sekitar Rp 82 miliar sekian belum direalisasikan,”jelas Bambang, Rabu (19/08/2020).
Bambang menyebutkan, dalam pelaksanaan program percepatan penanganan Covid-19, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara mendapat porsi dana terbesar dengan jumlah Rp 35 miliar, disusul RSUD Chasan Boesoerie sebesar Rp 25 Miliar.
Bambang menambahkan, sumber dana untuk Covid-19 selain dari realokasi, ada dana refokusing yang dianggarkan senilai Rp 88 Miliar, namun dana refokusing baru direalisasi Rp 43 Miliar. “Masih tersisa Rp 45 Miliar lagi,” tutupnya. (Andre)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!