TTP Belum Terbayar, Walikota Ternate Harap PNS Tetap Semangat Kerja

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Pemerintah kota Ternate tengah dipusingkan masalah keuangan. Mulai dari dana bagi hasil dari Pusat terpotong 10 persen hingga pemasukan PAD menurun di tengah pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Di saat yang sama, dana yang dibutuhkan untuk percepatan penanganan wabah Covid-19 cukup besar dan mendesak disiapkan.

Kondisi tersebut memaksa Pemkot menunda pembayaran gaji Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) PNS di lingkungan Pemkot Ternate pada bulan Mei-Juli 2020. Bukan hanya pembayaran gaji TTP yang ditunda, dana Kelurahan pun dipending.

Penundaan pembayaran gaji TTP memunculkan persoalan baru. Para pegawai mulai mengeluh, bahkan disebut mulai malas masuk kantor.

Walikota Ternate, Burhan Abdurahman meminta pegawainya dapat menerima kondisi ini. Kata dia, Gaji TTP bukannya tidak dibayar, hanya ditunda pembayarannya lantaran keuangan daerah sedang menipis. Sementara Penanganan Covid-19 butuh dana yang cukup besar dan tidak tahu kapan berakhirnya pandemi virus berbahaya itu.

“Gaji TTP itu sudah kita bayar di bulan Januari sampai April. Sedangkan untuk bulan Mei-Juli belum dibayar. Nanti dibayar pada bulan berikutnya karena mau dikaji dulu, sebab ada sedikit pengurangan anggaran. Itu sudah kita putuskan dalam rapat. Semua pegawai juga tau itu. jadi saya minta para pegawai jangan sampai gara-gara TTP ini lantas semangat kerja mereka ikut kendur,” imbuh Burhan,Jum’at (07/08/2020).

Kata Burhan, pemkot sendiri sudah mau secepatnya membayar gaji TTP pegawai tersebut, namun anggarannya belum tersedia.

“Sebenarnya kita mau bayar, cuma kalau uang belum ada mau gimana dan itu semua PNS yang ada di lingkungan Pemkot sudah mengetahui, bahwa uang Pemkot itu kurang sangat banyak, Rp 200 miliar lebih, dan itu yang kurang dari APBD induk kita,” tandas Burhan.

Walikota Ternate dua periode itu kembali menjelaskan kondisi keuangan daerah. Katanya, untuk tahun ini pemasukan kas daerah dari bantuan pusat berkurang sebesar 10 persen, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga berkurang, dan anggaran yang lain juga berkurang, sementara pemkot harus sisipkan anggaran untuk Covid, sehingga hampir semua pos anggaran dialihkan dan terpotong sangat besar.

“Oleh karena, sekali lagi saya berharap kondisi ini tidak menurunkan semangat PNS untuk masuk kantor. Sebenarnya TTP ini kan di tahun kemarin tidak semua dapat, tahun ini Alhamdulillah semua dapat dan itu sudah tiga kali dapat. Jadi harus disyukuri,”harapnya.

Ia menambahkan, bukan hanya gaji TTP PNS saja yang belum dibayar, anggaran Kelurahan juga belum dibayar karena pemkot mengalami kurangan anggaran. “Kita mengalami kekurangan anggaran, dan itu sangat banyak. Tetapi insya Allah kita akan tetap bayar,” tutup Burhan. (Sam)

Pos terkait