Air Berwarna, Pusmat Datangi Pemkot Ternate

Ternate, Haliyora.com

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pusat Studi Mahasiswa Ternate (Pusmat) melakukan aksi di depan kantor Walikota Ternate.

Aksi yang dilakukan ini terkait dengan penyaluran air bersih yang sudah hampir tiga bulan tidak berjalan dengan baik di wilayah Kecamatan Ternate Barat dan Pulau, kata Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, Rano, pada saat ditemui Haliyora.com di depan kantor Walikota Senin (20/7).

Menurut Rano, berdasarkan hasil investigasi dan laporan dari masyarakat yang berada di dua Kecamatan tersebut, sampai saat ini air PDAM tidak berjalan dengan baik.

“Bahkan air yang dikonsumsi masyarakat saat ini ada yang sudah berwarna kuning, dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan,”ungkap Rano

Bahkan menurut dia di beberapa tempat penampungan air yang di siapkan oleh PDAM tidak berfungsi dengan baik. Untuk itu kata dia, kami dari masa aksi mempunyai tuntutan sebagai berikut : Pemkot Ternate agar memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga, fungsikan bak air yang ada di setiap kelurahan yang bermasalah, tertibkan petugas pengawas PDAM, segera tuntaskan masalah air bersih di kota Ternate, turunkan direktur PDAM.

BACA JUGA  Kalak BPBD Sula Mengadu ke Pemprov Malut Soal Banjir di Sula

Bila semua tuntutan masyarakat tidak di indahkan lanjutnya, maka kami akan memboikot Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Dero-Dero di Silamadaha–Takome.

Tuntutan Pusmat ini mendapat tanggapan dari Pemkot Ternate. Oleh asisten III Kota Ternate Tamrin Alwi, pada saat melakukan hering mengatakan bahwa Pemkot Ternate baru mengetahui hal ini setelah disampaikan melalui aksi hari ini.

BACA JUGA  Hearing DPRD Morotai dengan Samurai Nyaris Baku Hantam

“Kami baru tau sudah tiga bulan air yang berada di dua kecamatan tersebut tidak berjalan dengan baik, dan kami juga mendukung apa yang di sampaikan dalam aksi hari ini,” tutur Tamrin.

Kata Tamrin, setelah selesai pertemuan ini selanjutnya akan disampaikan ke Walikota Ternate dan Direktur PDAM untuk diketahui permasalahannya dimana untuk diselesaikan, agar masyarakat bisa terlayani kebutuhan air bersih.

“setelah ini akan kami sampaikan ke Pak Walikota, dan kita juga akan memanggil direktur PDAM untuk menyampaikan masalahnya di mana, kalau masalah tersebut terkendala di mesin pompa air, maka kami akan melakukan pelayanan memakai mobile tengki, dan kalau masalah pipa nanti kita ganti dan seterusnya,”ujar Tamrin. (Sam)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah